Desa Kurma Dikunjungi Dinas Kesehatan Polman untuk Verifikasi Sanitasi

Desa Kurma kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Senin 18/11/2019. Kunjungan Dinas Kesehatan tersebut guna memverifikasi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau di singkat STBM.

STBM merupakan langkah pendekatan pemerintah untuk merubah prilaku hidup Bersih, Sehat dan Sanitasi melalui lingkungan sekitar.

Selain itu, kunjungan verifikasi ke desa Kurma tersebut juga merupakan penanganan Stunting. Dihadiri 5 orang dari Dinas Kesehatan Bidang Kesehatan Lingkungan dan 1 orang dari Puskesmas Mapilli selaku Sanitarian Puskesmas.

Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar. Standar yang dipakai sebagai acuan adalah kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Desa Kurma menjadi salah satu Desa Lokus Stunting yang ada di Kecamatan Mapilli. Terdapat 6 Dusun di Dalamnya, yang di verifikasi dengan cara “door to door” (pintu ke pintu)

Tim Verifikasi Terbagi menjadi tiga Tim, Dimana setiap Timnya mengunjungi 2 Dusun yang di dampingi oleh Kader Pembambangunan Manusia (KPM) dan Pengurus Rumah Desa Sehat (RDS).

Seluruh Tim, Mengunjungi rumah warga dengan melihat dan bertanya langsung mengenai Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mereka. Termasuk Mencuci Tangan Pakai Sabun, Tidak menaruh kandang ayam dikolom rumah, mengubur sampah dan prilaku sehat lainnya juga mendapatkan peninjauan.

Hasil Peninjauan Desa Kurma

Dari hasil peninjauan Dinas Kesehatan, meski masih ada beberapa masyarakat yang belum sadar akan pentingnya kesehatan. Pihak pemerintah Desa Kurma mengaku telah melakukan upaya untuk menanggulangi hal tersebut.

“Dari upaya yang dilakukan pemerintah desa, dan jajarannya sudah cukup bagus. Sehingga, Banyak anak-anak yang sudah terlepas dari yang dikatakan Stunting”. Ujar Icha petugas Kesling Kabupaten

“Gambaran lain, tinggal bagaimana masyarakat itu sendiri. Hanya perlu motivasi saja khusus bagi masyarakat-masyarakat kita yang masih tergolong belum sadar akan sanitasi”. Lanjutnya

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu tim yang berada di Dusun Lamungan, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli. Menurutnya, jumlah Stunting di Desa tersebut sudah menurun, dan begitupun dengan prilaku hidup sehat masyarakatnya yang menurutnya sudah cukup baik.

“Dari 6 Rumah Tangga yang kita kunjungi Di Dusun Lamungan sebagai sampel, tinggal dua saja yang masih Stunting”. Ungkap Dahila, Sanitarian Puskesmas Mapilli

“Kalau sarana Cuci tangannya itu mereka menggunakan semua, Cuma yang jadi kendala sedikit adalah penggunaan jamban dimana ada satu dari enam rumah yang dikunjungi tidak menggunakan karena terkendala masalah air”. Lanjutnya

Penurunan angka Stunting di Desa Kurma cukup signifikan. Berdasarkan Data Petugas Gizi Puskesmas Mapilli. Pada akhir Tahun 2018, anak-anak yang mengalami Stunting sebanyak 120 Anak. Angka tersebut menurun di bulan Agustus 2019 sebanyak 93 anak. Pada tahun yang sama, Oktober 2019 angkanya kembali menurun sebanyak 73 Anak yang mengalami Stunting.

Pemerintah berharap, pada tahun 2020 nanti angka Stunting semakin menurun, begitu pun dengan kebiasaan masyarakat membuang air besar Sembarangan (ODF).

Seperti diketahui, terdapat 5 pilar prilaku hidup bersih yaitu: (1) Stop Buang Air Besar BAB Sembarangan, (2) Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, (3) Mengelolah air minum dan makanan rumah tangga, (4) Mengelolah sampah rumah tangga dan (5) Mengelolah limbah cair rumah tangga dengan aman. [pattae.com]

Penulis/Kontributor: Nurhaidah*

Tags

Nurhaidah Gumiho

Nama saya Nurhaidah, Biasa dipanggil Idha. Saya lahir di Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar pada tanggal 16 juni 1992. Sedang menuntut ilmu Di IAI DDI Polman Jurusan KPI Semester III

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close