Dialog Publik, Dandim 1402/Polmas: Kita Perlu Generasi Milineal yang Unggul dan Pancasilais

Dialog Publik yang dihadiri Dandim 1402/Polma dan beberapa organisasi mahasiswas
Dialog Publik yang dihadiri Dandim 1402/Polma dan beberapa organisasi mahasiswas

POLEWALI — Yayasan Media Komunikasi Publik Sulawesi Barat (Sulbar) Pos menggelar Dialog publik dengan menghadirkan berbagai lembaga dan organisasi pemuda/mahasiswa. Bertemakan “Generasi Milineal yang Unggul Dan Pancasilais, Bertekad NKRI Harga Mati”, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Cafe Sandeq Rock Jl. Mr. Muh Yamin Rabu, (09/10/2019).

Kegiatan itu dihadiri Dandim 1402/Polmas (Letkol Arh Hari Purnomo), selaku narasumber. Beberapa stakeholder juga hadir seperti Mawardi Lahamuddin, S.IP.,M.Si (Sekum KNPI Polman). Terdapat juga Direktur PT Saqi Pratama Putra Aco Fahri, Ketua Yayasan Pelopor Anak Bangsa Capten Iswar Syam. Serta pihak media Sukriwandi, dari Polewali Terkini dan Fathir dari Rakyat’ta.co.

Bukan hanya itu, Sekum Karang Taruna Indonesia Kab. Polman Lukmanul Hakim, dan sejumlah Mahasiswa IAI DDI, Unasman dan Organisasi GP Ansor Cab. Polman, HMI Cab Polman, PMII Cab Polman, GMNI Cab Polman.

Dialog Publik ini menjadi yang ketiga, dikemas dengan santai, namun serius. Diawali dengan hiburan live music dari Sandeq Entertainment Nilam Sary artis lokal Polewali Mandar. Dalam kegiatan tersebut, Sekum KNPI Polman Mawardi Lahamuddin bertindak sebagai Prolog sekaligus moderator dialog tersebut.

Dandim 1402 Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo pada dialog publik itu mengatakan, Beratnya menjadi generasi melenial, karena generasi ini menerima didikan dari generasi sebelumnya. Saat ini kita perlu generasi milineal yang unggul dan Pancasilais.

“Satu nilai yang harus kita ingat bahwa lebih baik, unggul atau lebih tinggi dalam hal kebaikan Mungkin sama-sama kita berbicara baik itu bisa lebih tinggi kebaikannya. Berarti kita sudah berbicara kepandaian dan kebaikan Kalau kepandaian itu adanya di otak atau pikiran. Tapi, kebaikan itu adanya di hati.” ucap Letkol Arh Hari Purnomo.

Lanjut Letkol Arh Hari Purnomo mengatakan, “Saat ini, mulai nya hilang budaya dan etika dengan kurang nya saat ini mendengar kata mufakat. Jika kita mau jadi ahli hukum, apapun ada sekolahnya tapi ingat, keadilan tidak ada kuliahnya tetapi menjadi pakar ekonomi ada sekolahnya tapi kalau kejujuran tidak ada sekolahnya”.

“Nilai-nilai itulah yang penting yang harus kita tanamkan kepada kita yang merupakan generasi milenial.” Pesannya kepada generasi milenial.

Sementara itu, Lukmanul Hakim saat di wawancarai awak media mengatakan, dialog publik ini memberikan nuansa ilmiah tiap pembahasannya dan sangat tepat untuk masa sekarang ini.  

“Kegiatan ini luar biasa, sangat up to date, sangat menggugah. Ditinjau dari segi akademik, karena kegiatan ini bernuansa ilmiah”.

“Mulai dari peserta, pendukung acara, semua bernuansa ilmiah. Yang lebih menarik Karena memang lagi booming untuk menjadi lokut pembicaraan. Bahan diskusi, baik itu formal dan non formal, semua tempat membincang NKRI dan semua stakeholder juga membahas milenialis.” Ungkanya. [pattae.com]

Netizen Report: Ingriana dan Fahmi*