Dianggap “Bodoh” oleh Bupati, HMI Polman Tersinggung Dialog pun Batal

HMI Polman saat aksi di depan Kantor Bupati Polman
HMI Polman saat aksi di depan Kantor Bupati Polman

PaTTaE.com – POLMAN | Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merasa tersinggung setelah Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengeluarkan kata yang menurut mereka tidak pantas dikeluarkan saat memulai dialog di taman Sport Center Polewali, Kamis 06/8/2020.

Mendengar hal tersebut, jenlap aksi langsung memberhentikan dialog yang baru saja dimulai.

Jenderal lapangan (Jenlap) aksi Ridwan mengatakan, kedatang mereka ingin menyampaikan aspirasi dengan baik. Namun justru mendapatkan kalimat yang tidak sepantasnya dikeluarkan orang nomor satu di Polewali Mandar.

“Pertemuan dengan pihak eksekutif tidak berjalan maksimal. Karena dimana kita melihat tadi, kepala daerah kita atau bupati kita mengatakan bahwa kami, dalam hal ini HMI bodoh. Tentu hal itu secara kelembagaan kami tidak terima” tuturnya kecewa.

Menganggap prilaku salah satu massa aksi yang langsung memotong pembicaraan sebagai tindakan yang tidak sesuai etika, Bupati Polman pun sontak mengangkat tangan dan menunjuk ke arah salah satu massa aksi disertai dengan ucapan agak jengkel.

Bupati Polman saat ditemui wartawan, langsung mengklarifikasi ucapannya tersebut.

Kata Bupati “Saya tidak pernah mengatakan HMI itu bodoh,” ucapnya “Saya hanya mengatakan kau bodoh! Orangnya,” tambah Andi Ibrahim Masdar.  

Lebih lanjut AIM (Andi Ibrahim Masdar) mengklarifikasi, “Saya mau tanya sebenarnya sama dia (Jenlap aksi). Kalo tidak mau Plt, siapa yang ingin di usulkan didalam (mengisi Plt RSUD). Namun dia bicara terus” lanjutnya.  

Setelah dialog dengan Bupati Polman gagal. Massa pun kemudian mempersiapkan diri menuju kekantor DPRD Polman untuk melanjutkan aksinya.

Sesampai di Kantor DPRD Polman, beberapa pengunjuk rasa terlihat menaiki pagar halaman kantor DPRD sambil berorasi.

Setelah diterima dan bertemu dengan salah satu anggota DPRD. Massa aksi kecewa sebab dari 44 anggota DPRD Polman, hanya satu perwakilan saja yang menemui mereka.

“Terkait pertemuan hari ini juga sebenarnya sangat mengecewakan, karena dari 45 anggota DPRD hanya satu yang hadir. Artinya kami mempertanyakan kemana anggota DPR 44 yang ada di DPRD ini,” ungkap Ridwan

Dari 7 tuntutan HMI Cabang Polman, kedepannya tetap mereka kawal sembari menunggu panggilan DPRD untuk bertemu guna membahas tuntutan HMI Tersebut.[*]