Dimasa Pandemi, UKM Harus Miliki Perencanaan Keuangan yang Baik

Sejak pandemi virus Corona melanda Indonesia, menjadikan banyak sektor usaha terkena imbasnya. Tidak sedikit para pelaku usaha, baik mikro dan makro harus tutup disebabkan perencanaan keuangan yang kurang baik disaat kondisi pandemi sekarang ini.

Pakar ekonomi Nanda Faradewi mengungkapkan, yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19 saat ini adalah usaha yang tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik. Sehingga tidak siap dihadapkan dalam situasi-situasi dadakan seperti saat ini.

“Benar bahwa secara keseluruhan sektor usaha baik menengah, mikro, maupun kecil merasakan dampaknya. Tetapi jika memiliki perencanaan ekonomi yang baik maka dampak itu bisa diminimalisir. Olehnya itu, pandemi ini harus kita jadikan pelajaran bahwa perencanaan keuangan yang baik itu bagian dari pondasi usaha,” ungkap Nanda.

Menjadi salah satu Financial Planner, Nanda Faradewi menjawab hal tersebut dengan mengajak para pelaku usaha belajar dari kondisi saat ini. Pelaku usaha kecil mikro seperti UKM, harus mempunyai perencanaan keuangan yang baik. Sebab, kondisi yang sama saat ini belum tentu terjadi pada tahun berikutnya.

“Kita harus belajar dari kondisi ini walaupun kondisi yang sama belum tentu terjadi di tahun-tahun berikutnya. Tetapi satu hal yang bisa kita pahami bahwa, sewaktu-waktu bisa saja terjadi kondisi yang serupa yang mau tidak mau kita harus siap menghadapinya,” terang Nanda, usai memberikan seminar perencanaan keuangan di Menara Kadin, Jakarta 04/11/2020.

Lebih lanjut Alumni magister manajemen Trisakti itu menenrang, ada tiga hal permasalahan yang kerap terjadi terhadap para pelaku. Menurutnya, para pelaku usaha kecil ini, belum bisa membedakan keinginan dan kebutuhan, kurangnya informasi terhadap pengelolaan keuangan pribadi, dan belum stabilnya pemasukan dan rutinnya pengeluaran.

Belum lagi online shopping, aplikasi e-commerce, aplikasi Mbanking dan promo-promo menarik lainnya yang kian merayu pengeluaran hingga mengerus keuangan.