Pemantapan Pelaksanaan Kegiatan Peremajaan Tanaman Kakao Tahun 2019

Dinas Perkebunan Polman lakukan pemantapan
Bidang Perkebunan dinas pertanian dan pangan Polman lakukan pemantapan pelaksanaan kegiatan peremajaan tanaman Kakao Tahun 2019

Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan pangan Polman lakukan pertemuan pemantapan pelaksanaan kegiatan peremajaan tanaman Kakao, untuk Kecamatan Anreapi dan Binuang, Rabu 20/03/ 2019. Kegiatan yang dibuka secara resmi Kepala Desa Kuajang dimulai pukul 08.00 – 11.00 WiTa di Aula Desa Kuajang, Polewali Mandar.

Dalam Kegiatan itu, hadir Kabid Produksi Perkebunan Provinsi Sulbar, Ka UPTD BPPTP Provinsi Sulbar, Kabid Perkebunan Kabupaten Polman. Petugas TKP dan PLP-TKP Polman, Ka BPP Kecamatan Binuang, pemerintah setempat serta ketua kelompok tani penerima bantuan.

Abd Waris Bestari, mewakili Kadisbun Provinsi Sulbar menitip pesan kepada para petani penerima bantuan agar memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya.   

Usahakan program ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, diterapkan sesuai teknis ungkapnya saat memberi arahan pada pertemuan pemantapan.

“Jadi Pengurus kelompok yang hadir saat ini, nantinya mengkonfirmasi kembali kesiapan anggotanya” Tambahnya,

“Ini untuk menjaga nama baik kampung kita, dan program ini, juga sudah diawasi Polda” Tutupnya

Program peremajaan Kakao 2019. Pada tahap ini, disalurkan ke lima Kecamatan, 30 kelompok tani, dengan luas lahan keseluruhan 270 Ha. Kelima Kecamatan tersebut adalah Binuang, Anreapi, Tapango, Mapilli dan Luyo.

Jatah bibit yang akan diterima petani ditentukan berdasarkan luas lahan yang di daftar dimana, ditetapkan 1000 bibit per Ha.

Selain penerimaan bibit, petani juga akan menerima paket tambahan. Diantaranya, knasack sprayer 1 unit per 2,5 Ha. Pupuk NPK 200 kg per Ha. Pupuk organik 300 kg per Ha dan fungisida 1 liter per Ha.

Pada sesi akhir kegiatan, dilakukan pembahasan teknis penyaluran. Pada sesi ini, Para petani umumya mengusulkan bibit sambung pucuk klon 25.

Sesuai kondisi alam di kecamatan Anreapi sendiri, kami melihat yang paling cocok untuk iklim daerah kami adalah klon 25” sahut Dirman, ketua kelompok tani lembah hijau.

Begitu pula yang sering dijumpai Sapri, petugas PLP-TKP dilapangan. “Kebanyakan petani mengharapkan bibit yang datang nantinya yaitu klon 25, bahkan ada beberapa yang mengatakan bahwa kurang ikhlas jika bukan klon tersebut”, ungkapnya. (Pattae.comIwank).

Gula Merah (Golla Lea) Produksi Masyarakat Pattae | Kab. Polman, Prov. Sulbar
Gula Merah (Golla Lea) Produksi Masyarakat Pattae