Disdikbud Polman: Belajar Tatap Muka di Buka untuk Daerah Zona Hijau

Disdikbud Polman Bersama Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar sosialisasi SKB 4 Menteri terkait pembelajaran tatap muka
Disdikbud Polman Bersama Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar sosialisasi SKB 4 Menteri terkait pembelajaran tatap muka, Senin (13/12)

Menindak lanjuti SKB (Surat Keputusan Bersama) Empat Menteri. Disdikbud Polman (Polewali Mandar) lakukan sosialisasi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polman Nurman mengatakan, poin inti dari SKB Empat Menteri yang disosialisasikan tersebut, yakni menyerahkan kepada Bupati selaku pimpinan daerah untuk membuat suatu kebijakan terkait pelaksanaan proses belajar tatap muka di masa pandemi.

“kita sudah dipanggil oleh Bapak Bupati bersama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait lainnya. Bapak Bupati sudah berencana akan membuka proses belajar tatap muka pada semester genap,”jelas Kabid Dikjar Disdikbud Polman Nurman, Senin (14/12/2020).

Seperti biasanya, sosialisasi yang diikuti sejumlah kepala sekolah mulai TK, SD, SMP se Kabupaten Polewali Mandar. Dilaksanakan dalam bentuk virtual (zoom) guna menghindari kerumunan dan upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan sekolah untuk melaksanakan proses belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19,” jelas Kepala Disdikbud Polman Andi Nursami Masdar.

Kadisdikbud Polman Nursami juga menjelaskan, untuk proses belajar mengajar secara tatap muka disekolah yang dimulai pada 1 Januari 2021. Diterapkan bagi Kecamatan yang tergolong masuk dalam zona hijau Covid-19.

Meski demikian, Nursami menekankan kepada seluruh penyelenggara pendidikan yang mendapat izin melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.  Agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker serta menggunakan face shield (pelindung wajah) dalam proses belajar mengajar nantinya.

Sosialisasi tersebut, diumumkan di akun sosmed (facebook) Kadisdikbud yang diikuti, tidak hanya guru dan orang tua siswa. Namun juga masyarakat umum ikut bergabung mendengar pemaparan Kadisdikbud Polman terkait proses pembelajaran yang rencananya akan kembali dibuka secara tatap muka di sekolah.