Disdikbud Sulbar Pantau Proses PBM-Fasilitas Sekolah di Polman

Disdikbud Sulbar
Plt Kadis Dikbud didampingi Kepala Bidang SMA Provinsi Sulbar Muhammad Faezal dan Kepala Sekolah SMAN 3 Polewali

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, berkunjung ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (26/7/2022).  

Selaku Plt Kadis Dikbud Sulbar, M Natsir, mengatakan, kunjungannya tersebut guna memastikan pelaksanaan proses belajar mengajar untuk tahun ajaran baru 2022-2023 di beberapa sekolah di Polewali Mandar (Polman).

“Agenda kunjungan ini, untuk memastikan proses belajar mengajar di Polman,” ungkapnya.

Dari hasil pantauan di dua sekolah hari ini yakni SMK/SPP Rea Timur dan SMAN 3 Polewali, M. Natsir melihat proses belajar mengajar lancar dan bagus, terus beberapa kegiatan yang berjalan tahun ini sementara berlangsung diharapkan selesai tepat waktu, tidak ada lagi pekerjaan terlantar atau ditinggalkan.

Selain itu, Plt Ka Disdikbud Sulbar saat berkunjung, juga mengecek sarana dan prasarana sekolah yang telah diperuntukkan Disbud Sulbar ke tiap-tiap sekolah. Dari hasil pantauannya, Natsir mengatakan, telah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Adapun sarana dan prasarana yang belum memadai atau masih kurang, kata Natsir, akan masuk dalam perencanaan Disdikbud Sulbar kedepannya.  

“….melihat sarana dan prasarana setiap sekolah yang nantinya kita rencanakan dalam rangka menjawab kebutuhan pendidikan,” Ungkap M. Natsir yang juga menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Sulbar.

Menjawab polemik yang ada di SMK-PP Rea Timur terkait penjualan sapi beberapa waktu lalu yang sampai saat ini belum terbayarkan. Natsir, mengatakan, hanya miskomunikasi antara siswa dan pengelola sekolah.

“Rupanya itu miskomunikasi. Tadi sudah saya klarifikasi yang pertama banyaknya sapi yang sakit efek Covid kemarin. Mereka (SMK-PP Rea Timur) punya SOP. Jika sapi yang sudah tidak produktif lagi itu dijual untuk membeli bibit baru” tadasnya.

Meski demikian, sesuai SOP yang berlaku di SMK-PP Rea Timur, hasil dari penjualan Sapi tersebut pihak sekolah belum menggantinya dengan bibit baru.

“itu lah yang sampai saat ini belum dilakukan,” ungkap Natsir.

Untuk itu, Disdikbud Sulbar mendesak pihak sekolah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut agar siswa SMK-PP Rea Timur mendapat transparansi dari sekolah.[*]