DLHK Polman Tebang Pohon Bakau untuk Menimbun Sampah

Pohon Bakau
Area Penimbunan Sampah yang terdapat banyak Pohon Bakau

Tidak termasuk kawasan hutan mangrove, penebangan pohon Bakau sejauh 50 meter, akan tetap berlanjut di bibir laut Binuang. Tujuan penebangan tersebut, nantinya sebagai lokasi pembuangan sampah sementara dan lapangan sepak bola.

Kabid Penataan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup DLHK Polman Muhammad Ilyas Gani, mengatakan, pembuangan sampah di dekat pasar Binuang sudah dikaji.

Ia juga mengaku telah melaporkan hal tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup dan mengklaim telah mendapat izin.

“Karena ini sudah ada pernyataan resmi dari lingkungan hidup bahwa ini tidak masuk dalam kawasan hutan mangrove. Kami sudah bicara dengan kementerian lingkungan hidup dan kita di perintahkan mencari tanah pemerintah yang sesuai prosedur. Kami sudah kaji, Penimbunan sampah dari baku mutu air, udara dan tanah. Semuanya negatif limbah,” ungkapnya kepada Anggota DPRD Polman yang tengah meninjau lokasi, Selasa (1/11/2022).

Ilyas, memastikan, aktivitas penebangan pohon dan penimbunan sampah, kedepannya tidak akan menimbulkan dampak negatif.

Setelah penebangan pohon Bakau sejauh 50 meter dan penimbunan sampah di lokasi yang tak jauh dari pasar Kelurahan Amassangan dan Puskesmas Binuang di lakukan. Maka pihak nya akan menghentikan seluruh aktivitas.

Kepala Lingkungan Binuang I Ridwan, juga mengemukakan, penimbunan sampah di wilayahnya merupakan persetujuan warga untuk pembangunan lapangan sepak bola.

Selain itu, lanjut Ridwan menjelaskan, pasar tradisional di lokasi tersebut juga merupakan area penimbunan sampah. Kemudian di bangun pasar tradisional Kelurahan Amassangan.

“Terlebih lagi ini bukan lokasi hutan Mangrove tapi Bakau,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihak Komisi III DPRD Polman yang telah meninjau area penimbunan sampah di Binuang. Tetap akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanggil semua pihak terkait.[*]