Dompet Dhuafa Sulbar Kolaborasi 11 Komunitas untuk Luwu Utara

Dompet Dhuafa Sulbar bersama 11 Komunitas lainnya
Dompet Dhuafa Sulbar bersama 11 Komunitas lainnya bergerak untuk Luwu Utara

Banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara menjadi duka bersama, seketika 11 titik desa terdampak, akibat langsor dan banjir. 11 desa terdampak adalah Desa Laba, Lara, Sa’pe, Radda, Petambua, Meli, Maipi, Baloli, Lontang, Ponta’deng, dan Sutem.

Sejak mencuatnya kabar di media peristiwa banjir bandang. Dompet Dhuafa Sulbar pun mengajak kolaborasi visi kemanusiaan, satu untuk Luwu Utara.

Alhasil 11 komunitas bergabung, diantaranya Rumah Baca Inspirasi, Gerakan Pemuda Peduli, Jendela Pendidikan, Karang Taruna Pasiang. Ikatan Mahasiswa Matakali, To Mandar, Bola Literasi Nusantara, Solidaritas Tanpa Batas Community. Serikat Nasional Akademisi Sulawesi Barat, Kompas, dan Ruang Pelajar Merdeka.

Setelah seminggu masing-masing bergerak penggalangan dana, tepat Senin 20 Juli 2020, perwakilan tiap komunitas berangkat ke lokasi banjir bandang di Luwu Utara. Dimana, dua hari sebelumnya, hasil dana tiap-tiap komunitas disatukan dan secara bersama-sama di distribusikan.

Lokasi titik pendistribusian, awalnya ingin menyisir tempat pengungsian di Desa Radda dan Desa Meli. Namun karena mengingat bantuan di Desa Radda dan Desa Meli sudah menumpuk. Maka, rute pendistribusian dialihkan ke titik lain yang juga terdampak banjir bandang.

Kawan kami dari komunitas Simpul Peradaban Palopo, Rahman dan Des mengantarkan kami bertemu dengan kawan-kawan pemuda di Desa Baloli, Kecamatan Masamba.

“Di lokasi pengungsian Desa Radda dan Desa Meli logistik sudah menumpuk, sebab titik pusat bantuan semua mengarah ke sana, untuk itu saya alihkan bantuan kawan-kawan ke Desa Baloli. Sebab disini banyak pengungsi yang tinggal di hunian warga,” ungkap Ridwan Iwan (23) selaku salah satu pemuda penggerak di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kab. Luwu Utara.

“Ada pun gambaran pengungsi di Desa Baloli dalam waktu sekarang. Ada 80 kepala keluarga, dari  beberapa daerah yang terkena dampak, yang berkumpul di beberapa rumah warga di Desa Baloli. Dalam 1 rumah warga Baloli. Ditemukan ada yang mencapai 8 KK dan 35 kepala yang ada dalam 1 rumah,” tambah Ridwan Iwan.

Bantuan pun bisa tersalurkan dengan tepat sasaran, sebab data-data pengungsi telah dipegang oleh pemuda desa yang mengantarkan rombongan aliansi langsung door to door, hingga dua mobil pick up bantuan logistik habis terbagi.

“Mewakili Dompet Dhuafa Sulawesi Barat sangat berterima kasih kepada 11 komunitas dari Polewali Mandar, atas kepercayaannya bersama kita berkolaborasi menyatu visi kemanusiaan untuk saudara kita di Luwu Utara yang terdampak banjir bandang,” ungkap Rosmayanti Idris (24), selaku perwakilan Dompet Dhuafa Sulbar.

“Dan ucapan rasa syukur atas sambutan pemuda Desa Baloli, yang telah menerima rombongan aliansi, hingga mengantarkan kami ke rumah-rumah warga. Menyisir pengungsi terdampak, data-data valid atas pengungsi yang tinggal di rumah warga. Menjadikan kami antusia. Sebab amanah para donatur dan dermawan telah kami sampaikan sesuai dengan harapan,” ungkap Rosmayanti Idris.

“Apa yang menjadi kehadirian teman-teman dari Polewali Mandar untuk membawa berbagai bantuan. Baik dari segi materi, maupun non materi untuk masyarakat yang terkena dampak akibat bencana banjir yang terjadi di Luwu Utara. Saya selaku pribadi mewakili masyarakat Luwu Utara sangat berterima kasih banyak, tehadap apa yang di berikan kepada kami semua. Semoga masyarakat Luwu Utara dan masyarakat Polewali Mandar, menjadi keluarga yang baik dan terhindar dari berbagi musibah,” tutup Ridwan Iwan.

Penulis: Blantara*