DPRD Polman Mengaku Dilema Terkait Melonjaknya Harga Beras

RDP Terkait melonjaknya harga beras di Polewali Mandar
RDP Terkait melonjaknya harga beras di Polewali Mandar

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Ketua Komisi II DPRD Polman Rudy Hamzah, mengatakan DPRD dilema terkait melonjaknya harga beras di Polewali Mandar (Polman) lantaran di satu sisi menguntungkan masyarakat petani. Namun disisi banyak juga masyarakat yang mengeluh.

“Kalau kita ketemu dengan harga beras, harga gabah yang tinggi di satu sisi ada masyarakat produsen pangan dalam hal ini petani yang merasa senang kalau ada kenaikan harga. Sementara lain sisi, masyarakat yang bukan petani merasakan dampak kenaikan harga beras. Jadi, kita kalau mau berbicara terkait posisi yah tentu kami dilema melihat persoalan ini,” ungkap Rudi Hamzah, Jumat (24/2/2023).

Sementara untuk masyarakat yang notabennya sebagai konsumtif dimana kata Rudi. Sesuai data masyarakat non petani itu lebih banyak dibandingkan masyarakat yang bertani. Sehingga, harus dilakukan pengkajian mendalam agar masyarakat Polman tidak ada yang dirugikan.

Untuk itu, Pihak DPRD Polman dalam kesempatan tersebut mengundang pihak Pemkab Polman. Satgas Pangan Polman, Kepala Cabang Bulog Polman, Pengurus Perpadi Polman dan KTNA Polman untuk membahas persoalan tersebut.

“Jadi kita harus mengkaji lebih dalam permasalahan tersebut agar tidak ada yang dirugikan. Baik itu masyarakat produsen dalam hal ini petani maupun masyarakat pada umumnya yang sifatnya konsumtif,” terangnya.

Adapun hasil RDP yang digelar bersama pihak terkait, menyimpulkan naiknya harga beras di Polewali Mandar disebabkan tingginya harga pedangang dari luar daerah Polewali Mandar.

“Ternyata, salah satu penyebab harga melonjak di Polman karena pedagang dari luar yang masuk kesini memasang harga tinggi. Setelah kita kroscek, pedagang dari luar ini merupakan pedagang yang bermain di skala nasional,” ujar Rudi.

Meminimalisir naiknya harga beras, legislator PDI Perjuangan itu menyampaikan adanya komunikasi pemerintah dengan para pedagang dan petani. Agar, petani tak menjual hasil gabahnya ke pedagang luar.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua II DPRD Polman yang juga sebagai Ketua Perpadi Polman, Hamzah Syamsuddin. Mengaku tidak masalah dengan kenaikan harga gabah.

Hamzah menuturkan, tetap siap membeli harga gabah yang telah di tentukan. Namun ia juga mengaku tetap memperhitungkan gejolak di masyarakat yang merasakan langsung kenaikan beras.[*]