DPRD Polman Sidak Dinkes Soal Anggaran yang Tidak Terealisasi

DPRD Polman Sidak Dinkes soal anggaran 2019
DPRD Polman Sidak Dinkes soal anggaran 2019

POLEWALI – DPRD Polman melakukan inspeksi mendadak atau Sidak ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Polewali Mandar, Rabu (22/7/2020

Sidak tersebut dilakukan sesuai hasil rapat banggar DPRD Polman hari Senin kemarin (20/7) berkaitan dengan Ranperda pertanggung jawaban APBD 2019 Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua DPRD Polman Jupri Mahmud, yang turun langsung bersama komisi lainnya ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Dinkes Polman mengatakan, sidak ini untuk melakukan Cross Check terkait data realisasi anggaran tahun 2019.

Pada sidak tersebut, pihak DPRD Polman menanyakan mengenai anggaran pengadaan obat yang memiliki anggaran Rp 6,6 Milyar dari Kemenkes. Namun, yang terealisasi hanya Rp 3,0 Milyar saja.  

Menurut penjelasan pihak Dinkes kepada anggota DPRD Polman, aggaran Rp 6,6 Milyar yang disediakan pihak Kemenkes tidak cair sepenuhnya, disebabkan karena kelalain operator Dinkes dalam menginput data.  

“Berdasarkan konfirmasi dan klarifikasi dari Dinkes, bahwa salah satu penyebabnya itu adalah human eror dari salah satu anggota Dinkes yaitu operator yang lalai dalam penginputan. Jadi penginputan ke Kemenkes itu, yang harus ia lakukan untuk mencairkan itu anggaran” tuturJupri Mahmud

Sisah anggaran 3 milyar yang seharusnya cair untuk pembelian obat, tersendat akibat kesalah operator. Hal tersebut sangat disayangkan Ketua DPRD Polman.  

“Kenapa terjadi demikian? Jadi alasannya sangat klasik dan saya kira tidak mendasar. Sangat disayangkan anggaran 3 milyar tidak bisa kita belikan obat untuk masyarakat”. Ungkap Ketua DPRD Polman setelah bertemua pihak Dinkes Polman.

Dari kelalain itu, pihak DPRD Polman menduga adanya kelalaian internal Dinkes. Seperti fungsi kontrol pimpinan terhadap pelaksanaan program-program yang ada di masing-masing bidang.

Selain masalah anggaran pengadaan obat yang tidak terealisasi sepenuhnya, masalah Jaminan persalinan (Jampersal) juga dipertanyakan pihak DPRD Polman. 

Anggaran Jampersal untuk Dinkes Polman sebanyak Rp 3,9 Milyar. Namun, yang terealisasi hanya Rp 1,7 Milyar. Jika di Presentasekan, hanya 45% yang terealisasi.

Dengan berbagai masalah tersebut, DPRD Polman akan terus mendalami banyaknya anggaran yang tidak terealisasi.[*]