Ekspedisi Bantuan Pasca Bencana Di Desa Burana Mamasa

Bencana Di Desa Burana Mamasa
Penyaluran bantuan pasca Bencana Di Desa Burana Mamasa

Gabungan komunitas RBI Tonyaman, KPA Pangupu’ Padang dan Blantara, siap menanjak dengan style ala pendaki gunung, siap beraksi menaklukkan medan.

Yah kali ini bukan menguji adrenalin mendaki gunung Gandang Dewata, tetapi menuju lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Burana, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

Kejadiannya sudah berlalu bulan kemarin tepat tanggal 2 September 2021, Desa Burana luluh lantah akibat gempuran banjir bandang dan tanah longsor. Namun ada janji yang harus dituntaskan, selang seminggu kejadian, melalui via WhatsApp dan telfon seluler ibu Camat Tabulahan telah mengabarkan, bahwa di wilayahnya benar-benar butuh bantuan.

Tepat tanggal 10 Oktober 2021, carier-carier berisi sembako dan perlengkapan balita, siap meluncur ke lokasi bencana. Seminggu sebelumnya kawan KPA Pangupu’ Padang melakukan asessment langsung ke lokasi, dan berhasil mengantongi data penyintas, ada 13 balita dan 16 lansia.

Lansia dan balita menjadi prioritas bantuan, termaksud kategori kelompok rentan sangat terdampak. Touring pun di mulai dengan titik awal start dari Polman pukul 14.00 WITA, dan tiba di kediaman kerabat kawan di Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan tepat pukul 19.00 WITA.

Raga telah menuntut haknya, lelah-lelah terlelap, dengkuran kawan-kawan terdengar riuh memecah sunyi, hingga fajar kembali menjemput.

Rombongan kembali bersiap-siap, dan start tepat hari minggu pukul 09.00 WITA menuju Desa Burana. Jalan berkelok, menanjak, menurun dan melewati tebing curam. Tepat di Dusun Sarumbu satu motor bocor, dan di tengah perkampungan rombongan rehat, sambil menunggu kawan mencari bengkel ke pusat kota kecamatan.

Yah, lumayan hampir 2 jam menunggu, sapaan hangat warga Sarumbu, membuat rasa bahagia tersendiri, rumah beralaskan tanah, berdinding bambu, dihuni oleh sepasang pengantin baru. Mempersilahkan rombongan rehat, sembari menunggu kawan memperbaiki motornya.

Selalu ada orang-orang baik, senantiasa menyambut dengan suka cita. Satu kesyukuran dipertemukan dengan warga Sarumbu, ramah dan baik.

Foto. Pasca bencana Di Desa Burana Mamasa

Perjalanan pun dilanjutkan, motor kawan yang bocor sudah sehat kembali, segeralah rombongan pamit dan bertolak ke Desa Burana. Tepat pukul 14.45 WITA tiba di rumah Kepala Desa Burana. Perbincangan semakin akrab para tetua kampung juga hadir, teh dan kopi hangat buatan ibu desa, semakin membuat suasana nyaman dan bahagia.

Selang beberapa menit Ibu Pince menghampiri rombongan, Ibu Pince perempuan keren kader kesehatan gizi Desa Burana, siap mengantar kami mendatangi para penyintas.

Berbagi paket bantuan lansia dan balita, memberi keharuan serta kebahagiaan tersendiri. Bercengkrama dengan para penyintas, rata-rata masih menumpang di rumah kerabatnya, karena rumah mereka sudah hilang tersapu banjir, dan tertimbun longsor.

Ratap harap segera ada hunian layak buat mereka. “Rumah rusak parah 32, rumah keseluruhan terdampak 67 rumah, yang sangat dibutuhkan bantuan rumah 32 unit. Terima kasih sebesar-besarnya kepada adik-adik, donasinya sangat membantu kami disini, warga sangat senang, sementara ini PU Mamasa sudah masuk membersihkan jalan dan sungai mulai di kerok memperluas, namun besar harapan kami, agar tetap harapan bangunan rumah, dan normalisasi sungai,” ungkap Mitting selaku Kepala Desa Burana.

Tidak hanya hunian warga yang porak-poranda dan hanyut, persawahan, kebun warga banyak pula rusak, ada sekitar puluhan hektar persawahan,dan kebun ratusan hektar rusak, tanaman coklat dan nilam hancur.

Garapan lahan kini tinggal kenangan, semoga ada sentuhan segera, agar para korban mampu kembali survive menyambung hidup sehari-hari. Ternak banyak pula yang mati,sungguh pilu mendengarkan cerita mereka.

“Bantuan yang kami berikan ini dikhususkan kepada balita dan lansia, dengan harapan kelompok rentan ini bisa menikmati pemberian dari orang-orang baik, yang telah mengamanahkan kepada kami, pasca bencana pemulihan ekonomi berkelanjutan harus senantiasa diperkuat, sedih melihat puluhan korban masih menunggu hunian tetap,” ungkap Nur Elna selaku perwakilan Blantara.

Foto: Penyaluran Bantuan

“Kesadaran ini tentu berangkat dari rasa kebersamaan, saling bahu-membahu, meluangkan waktu, hingga niat baik bisa disampaikan ke titik sasaran di Desa Burana, akses ke sini lumayan menantang kami, untuk berkunjung langsung,” ungkap Gufasa dari KPA Pangupu’ Padang.

“Mewakili kawan-kawan RBI sangat berterima kasih, telah diikutkan dalam simpul berbagi kemanusiaan bersama Blantara dan KPA Pangupu’ Padang, tentu atas dasar persatuanlah, serta niat kecintaan terhadap kemanusiaan, memantik rasa kepedulian, kita hadir untuk Burana,” ungkap Madi selaku Ketua RBI.

Bapak Niko, salah satu lansia penerima bantuan paket sangat bahagia, rumahnya tepat bersisian di tepi sungai, rona semangat masih terpancar diwajahnya yang sudah menua. Ini Bapak Niko, tak setenar Nicholas Saputra seorang aktor dan aktifis.

Namun Bapak Niko salah satu tetua kampung, memiliki jiwa entrepreneur dan seni, dimana telah melakoni sejak lama pembuatan asbak, dan cobekan berbahan kayu hitam, salah satu kayu yang tumbuh di Kampung Burana.

Sembari memperlihatkan hasil karyanya, beliau mengatakan “Ini kualitas terbaik, lebih baik kita kalah membeli dan menang dalam pemakaian,” ungkap Bapak Niko.

Foto: Penyaluran Bantuan

Alhasil empat orang dapat ole-ole asbak dari Bapak Niko. Para volunteer sangat senang buah tangan dari Bapak Niko keren.

Di sela-sela serumput kopi, Bapak Niko berpesan “Para Tomatua kampung mengajarkan nilai leluhur, terus dilestarikan dan dilakudirikan, mesa kada dipotuo, pantang kada dipomate, satu kata tidak bisa terpisah, nilai persatuan dan kesatuan harus dijunjung tinggi, jangan bercerai-berai,” tegas Bapak Niko.

Rombongan pun pamit, pesan leluhur dari Bapak Niko kuat melekat di hati, Burana bangkit, Burana masih tetap menaruh harap kepada Negara, untuk segera hadir, agar para penyintas mampu kembali survive dan tinggal di hunian tetap.

Tepat pukul 12.00 WITA rombongan selamat tiba di Polman, menyisir malam dan insiden kecelakaan tunggal sempat terjadi di Daerah Sika, kubangan lumpur, jalan licin membuat dua motor terjatuh, syukur tidak membuat kondisi tubuh parah,dan membuat rasa bersyukur mendalam, karena tidak tergelincir ke jurang, tepat lokasi terjatuh setengah meter ban motor, merapat ke tepi jurang.

Yah, jangan pernah meragu, jika sedetik niat jiwa kemanusiaan di hati telah nge-klik, memanggil maka gaskanlah, alhamdulillah berangkat dan pulang dengan selamat,iklan sapaan di jalan menjadi ruang temu,sebab di luar diri manusia, banyak sahabat di tepi jalan, bahkan semesta membersamai disepanjang perjalanan.

Hujan, lumpur, panas terik, pohon, dan segala penanda alam menjadi kawan kita di jalan sunyi, teruslah menjadi baik kawan, panjang umur kebaikan, panjang umur kemanusiaan.[*]