Ekspedisi KPA Pangngupu Padang Taklukkan Gunung Latimojong

KPA Pangngupu Padang Sulawesi Barat
KPA Pangngupu Padang Sulawesi Barat di Puncak Gunung Latimojong

Pendakian tim Komunitas Pecinta Alam (KPA) Pangngupu Padang Sulawesi Barat (Sulbar) dalam menaklukan puncak-puncak tertinggi (seven summits) di Indonesia  terus berlanjut.  

Kali ini, bertepatan dengan momentum HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke 77, tim KPA Pangngupu Padang Sulbar, menaklukkan Gunung Latimojong, yang memiliki ketinggian 3.478 mdpl.

Memulai pendakian di kaki gunung Mt. Latimojong. “Pendakian Gunung Latimojong ini merupakan program kegiatan KPA Pangngupu Padang Sulbar. Sekaligus juga memperingati Hut RI ke 77,” tutur Agus, ketua tim Pangngupu Padang Sulbar, Rabu (17/8).

KPA Pangngupu Padang Menuju Atap Sulawesi

Berangkat dari kota Polewali Mandar menggunakan aplikasi Google Maps menuju ke Dusun Karangan, Kabupaten Enrekang 14 Agustus, tim Pangngupu Padang memulai perjalannya.

Agus sebagai ketua KPA Pangngupu Padang menceritakan, setelah ia bersama angota KPA lainnya sampai, langsung melakukan registrasi di Bascam Mt. Latimojong.

Setelah mendaftar, mereka pun lalu diarahkan ke villa Karangan, untuk peking. Sekaligus, beristirahat sejenak setelah 7 jam melakukan perjalanan dari Kabupaten Polewali Mandar ke Dusun Karangan, Enrekang.

Pada pukul 04:39 wita, tim mulai mempersiapkan sarapan pagi sebelum mendaki. Dingin disertai kabut, menyapa mesra tubuh para anggota KPA Pangngupu Padang pagi itu. Hingga pukul 06.45 wita, tim pun siap-siap mendaki di kaki gunung Mt. Latimojong bersama dua pendaki dari Bontang.

Dengan melakukan ritual doa bersama terlebih dahulu, langkah pun mereka mulai dengan menelusuri jalan. Kondisi jalan masih datar, di sekitarnya terdapat tanaman kopi warga yang menjadi pemandangan mereka sepanjang perjalanan menuju Pos I.

200 Meter perjalanan telah mereka tempuh, mental tim pun mulai di uji saat mendapat jalur pendakian yang vertikal sejauh 3 km menuju Pos II.

Setelah sampai di Pos II, tim langsung menuju ke Pos III dengan jalur yang tentunya semakin sulit. “Jalur ter-ekstrim adalah jalur dari pos II ke pos III karena jalurnya vertikal, bebatuan lepas, curam bagian kiri, berpijak pada akar-akar yang melekat di bebatuan. Jadi membutuhkan kehati-hatian, fokus, pegangan yang erat, pijakan yang kuat,”. ungkap Agus.

Meski sulit, Pos III berhasil mereka capai. Tim KPA Pangngupu Padang pun memilih beistrihat sejenak. Setelah itu, tim KPA Pangngupu Padang pun melanjutkan perjalanan dari pos III lansung ke pos V pada pukul 14:24 wita.

Sesampainya di Pos V, tim di sambut hujan lebat, dan segera bergegas mendirikan tenda bersama pendaki lainnya sambil gemetar akibat cuaca dingin.

Hari Selasa (15/8) tim mulai melanjutkan pendakian pada pukul 10:40 wita. Baru sekitar 100 Meter meninggalkan Pos V,  tim di kejutkan dengan jalur vertikal yang begitu sulit. Hal itu tentu memacu adrenalin, dan tentu sangat melelahkan saat di lalui. Namun tim terus melangkahkan kaki dan sampai di pos VI.

Tidak sampai di situ, meski tim KPA Pangngupu Padang berhasil lalui track sulit. Ternyata pendakian menuju ke Pos IV tak kalah menantang.

“Pikir kami jalur pendakian ke pos VII sudah agak landai. Lalu kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian ke pos selanjutnya. Begitu tracking sekitar 10 menit, kami di sambut lembut dengan jalur treking sangat melelahkan, menanjak hampir 90 derajat” ungkap Agus.

Melewati track yang sangat melelahkan hati dan fikiran, terbalas dengan pemandangan indah yang tersaji di Pos VI. Mereka pun memilih tuk beristirahat dan mendirikan tenda di pinggiran lembah sembari menikmati keindahan alam Gunung Latimojong.

Berselang beberapa jam beristirahat, tim KPA Pangngupu Padang pun bergegas melanjutkan pendakian melewalti Pos VII dan akhirnya sampai di pos VIII Rante Mario pada pukul 17:00 wita.

Dengan ekspresi haru seakan lelah mereka hilang seketika melihat Tranggulasi berdiri kokoh bertuliskan puncak rante Mario, Mt. Latimojong 3.478 mdpl. Tak mau melewatkan momen tersebut, mereka pun berswafoto bersama pendaki lain dari Inspala.id di Puncak Gunung Latimojong.[*]