Ganti Pengurus, FoSSEI Sulsel-Papua Musyawarah Regional yang Ke VIII

Musyawarah Regional FoSSEI Sulsel-Papua
Musyawarah Regional FoSSEI Sulsel-Papua di Kampus IAIN Bone, 5 s/d 7 September 2019.

Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) wilayah Sulawesi Selatan dan Barat hingga Papua, menggelar musyawarah regional ke 8 untuk memilih kepengurusan FoSSEI yang baru. Musyawarah tersebut dilaksanakan di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Sabtu 7 September 2019.   

Musyawarah regional (Mureg) merupakan salah satu agenda regional yang rutin dilakukan setiap akhir kepengurusan badan pengurus harian FoSSEI Sulsel-Papua.

Menghadirkan sebanyak 36 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. FoSSEI wilayah Sulsel-Papua dalam musyawarah tersebut, juga beradu gagasan tentang program KSEI kedepan-nya.

“Jadi mureg itu akhirnya bukan hanya kita LPJ-an, bukan hanya pemilihan ketua koreg yang baru dan bukan tentang kita bertemu ber-Ukhuwah bersama walaupun memang hal ini sangat penting.” kata Gilang Fatihan, salah satu presidium nasional FoSSEI.

“ Akan tetapi” lanjutnya. “Ada 2 hal yang saya sangat tekankan, pertama itu tentang gagasan, memberikan gagasan kepada regional, kritisi ke regional, seperti apa kedepan-nya dan KSEI itu butuh apa”.

“Kedua adalah sebagai forum pembelajaran, nah bagi saya setiap orang berhak untuk belajar bersidang, menyampaikan pendapat, belajar berdinamika di forum, manajemen forum dan lain sebagainya.” tambahnya.

Keterlibatan perempuan dalam musyawarah FoSSEI Sulsel-Papua tersebut dan menyampaikan gagasan, menurut Gilang, sangatlah penting.

“Untuk Mureg Sulsel, saya kira sudah luar biasa dinamika. Sudah bagus, alumni juga sudah datang. Yang paling penting adalah perempuan sudah mulai menggagas dan harapannya ada pembelajaran disini dan lebih aktif lagi.” Tutupnya

Musyawarah yang dilaksanakan mulai 5 s/d 7 September 2019, memilih Manjalin, mahasiswa dari kampus UIN Alauddin Makassar sebagai koordiantor regional FoSSEI Sulsel-Papua terpilih.

Ia (Manjalin), merencanakan program kerjanya (proker) fokus pada 3 departemen yaitu departemen Humas, Kaderisasi, dan Keilmuan.   

“Nah, untuk di humas proker yang paling besar itu dia silaturrahim ke lembaga-lembaga silaturrahim ke KSEI-KSEI. Ada juga nanti silaturahim ke berbagai pihak untuk memaparkan terkait dengan kegiatan kegiatan”. Rencananya.

“Kalau di departemen keilmuan proker terbesar itu ada Temilreg, RTT atau biasa kita kenal Regional Training for Trainer.” Tambahnya

Kalau di kaderisasi ada yang namanya SET atau syariah economic training, untuk memperkuat kaderisasi, itu saja” Tutup Manjalin memaparkan rencana prokernya. [pattae.com]

Penulis: Ramlah*

Turnamen Batupapan Cup I Desa Duampanua, Mulai Berlangsung