Gelar Seminar Narkoba, KKN IAI DDI Polman Menuai Banyak Pujian

foto bersama seminar narkoba di Desa Amola
foto bersama seminar narkoba di Desa Amola

Seminar Narkoba|Mahasiswa KKN IAI DDI Polman sukses gelar sosialisasi bahaya penyalah gunaan narkoba di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Mahasiswa yang ber-KKN di Desa tersebut akhirnya menuai banyak pujian dari pemerintah setempat dan Instansi terkait. Kamis (05/03/2020).

Seminar yang membahas soal bahaya penyalahgunaan obat terlarang itu, dihadiri beberapa instansi pemerintah setempat dan Badan Narkotika Nasional. diantaranya, Camat Binuang, Sekdes Amola, Dosen Pembimbing KKN, Kepala Dusun, Pemuda Desa, serta siswa-siswi SMP.

Seminar narkoba yang dihelat di Kantor Desa Amola itu, diisi oleh tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Polman serta penyuluh narkoba yang diutus langsung dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada kesempatannya, Staf P2M menuturkan ada beberapa Kecamatan yang ada di Polewali Mandar masuk dalam zona merah dampak penyalahgunaan narkoba atau obat terlarang.

“Ada 4 kecamatan di Polewali Mandar yang termasuk dalam zona merah dampak penyalah gunaan narkoba” Tutur H Yusuf Sambo, mewakili Kepala Seksi P2M BNNK Polman.

Seminar Narkoba: Petisi Desa Amola Bebas Narkoba

Pengisian Petisi “Desa Amola Bebas Narkoba”

Sementara itu ia juga memberikan pujian dan rasa terimakasih kepada Mahasiswa KKN Terpadu IAI DDI Polman. Yang telah menjembatani  instansi terkait untuk melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan obat terlarang (narkoba).

 “Terimakasih kepada mahasiswa KKN telah menjembatani kami untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba.” Tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Amola. Mustari juga menaruh harapan agar kedepannya hasil dari seminar narkoba tersebut dapat menambah pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. dan dapat memotifasi pemuda Desa Amola supaya terbebas dari narkoba.

“Semoga kedepannya dapat menambah pengetahuan tentang narkoba dan menjadi motivasi buat pemuda dan Desa Amola bebas narkoba” ujar mustari.

Secara geografis Desa Amola yang diketahui berbatasan langsung dengan Kabuten lain. Menjadi ke khawatiran tersendiri bagi pemerintah Desa setempat akan mudahnya transaksi obat terlarang seperti narkoba masuk di wilayahnya.

 “Letak geografis Desa Amola berbatasan langsung dengan Kabupaten lain. Perbatasan wilayah hanya sungai, jadi rentan narkoba masuk ke Desa kami” Lanjut Sekdes Amola.

“Semoga pemuda dan masyarakat Desa Amola dapat bersinergi dan termotivasi dan lebih baik lagi“. tutupnya. [Pattae.com]

Kontributor: Ramlah*
Editor: Iwank*

Mahasiswa IAI DDI Polman foto bersama anak-anak panti asuhan
Semarakkan Ramadan, Ini yang Dilakukan Prodi Ekonomi Syariah IAI DDI