Gerakan Peduli Lingkungan Polman, Sebar Semangat Gotong Royong

Aksi Peduli Lingkungan di Lakukan Beberapa Instansi Dan Komunitas Yang ada di Sulbar
Aksi Peduli Lingkungan di Lakukan Beberapa Instansi Dan Komunitas Yang ada di Sulbar

Pattae.com | Gerakan Peduli Lingkungan Polman, Sebarkan semangat gotong royong. Sampah Laut dan Penanaman Mangrove, merupakan poin utama aksi peduli lingkungan di Dusun Bajoe Desa Rea Timur, Kabupaten Polewali Mandar Rabu, (26/02/20).

Momentum Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020. KPA Kalpataru mengadakan aksi peduli lingkungan dengan melibatkan beberapa instansi dan komunitas di Sulbar.

Kegitan tersebut, di antaranya di ikuti oleh, DLHK Kab. Polman, Kades Rea Timur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Satpol PP, Ka Prodi KPI IAI DDI Polman, HMJ Agroteknologi Unasman, Fakultas Kehutanan Unsulbar, Komunitas Bajoe Maju, KPA Kalpataru, KPA Sandeq, MPB Sulbar.

Bertajuk tema “Semangat gotong royong, wujudkan Polewali Mandar bebas sampah 2020”. Kurang lebih empat jam aksi pemungutan sampah laut, dilanjutkan penanaman mangrove berlangsung.

Zaiful kepala Desa setempat, berharap kerjasama pada kegiatan-kegiatan sosial bisa tetap berlangsung.

Saya berharap adek adek dari Komunitas Kalpataru ini, mudah-mudahan jangan sampai disini saja. Kedepan kami selaku Pemerintah Desa mengharapkan, bisa dijadwal tiap bulan kegiatan seperti ini. Dalam menimalisir sampah yang ada pada lingkungan“. Harap Kepala Desa Rea Timur saat dijumpai disela sela gotong royong.

Senada dengan itu Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hikmah juga sangat mengapresiasi.

“Dengan adaya aksi bersih bersih dan gotong royong bersama berbagai pihak, pengurangan sampah ini dapat kita tingkatkan mencapai sampai 18 %”. Pungkas Hikmah.

Sampah merupakan tanggung jawab bersama. Semua kalangan masyarakat hingga pemerintah secara keseluruhan diharap mampu saling bergotong royong menangani persoalan sampah.

Ketua panitia kegitan aksi peduli lingkungan Iqbal Halim mengatakan, salah satu penghambat masyarakat maupun kebanyakan wisatawan yang berkunjung kepesisir pantai dan pulau itu tidak peduli kepada lingkungannya.

“Sebenanya sih sampah sampah yang ada dipesisir ini, utumanya sampah plastik ini bisa keluar kelaut lepas. Selain dari pada merusak terumbu karang ketika sampah ini tenggelam, ini bisa menjadi salah satu penghambat ketika nelayan ingin pergi mencari ikan. Karena terkadang baling baling mesin perahu nelayan ini ikut”. Pungkas Iqbal Halim.

Menjawab keresahan-keresahan terkait sampah, Hikmah menyampaikan upaya DLHK ditahun 2019-2020.

Untuk ditahun 2018-2020 ini diharapkan pengurangan bisa kita capai sampai 18 %. Memang kondisi real di lapangan, kami baru dapat mencapai posisi angaka 14-15 % “.Tutup Sekdis DLHK.

HPSN, selain aksi bersih bersih sampah laut, peserta juga melakukan penanaman Mangrove yang fungsinya dapat menahan obak.

Penanaman Mangrove yang berfungsi sebagai penahan obak

“Intinya adalah Mangrove dapat menahan obak, kemudian jika dikelola dengan baik Mangrove itu mempuyai banyak fungsi. Salah satunya bisa diolah jadi makanan. Diharapkan mampu mendombrak perekonomian masyarakat disekitar sini.” Kata Silent, Ketua KPA Kalpataru.

Harapnya, “semoga kegiatan ini tidak stop disini saja dan berlanjut sampai kedepan sampai mangrove yang kita tanam bersama ini berfungsi sesuai fungsinya dengan fungsi awal ketika ditanam. ” Tutup Silent, Ketua KPA Kalpataru.

Pada puncak rangkaian acara pembersihan sampah Laut dan Penanaman Mangrove. Dilakukan diskusi dari beberapa instansi dan komunitas di Sulbar yang menghasilkan kesepakatan bersama tentang pengolahan sampah di Dusun Bajoe, Desa resa Timur. [pattae.com/Chakai]*.