Ilmuan Muslim Menulis Teori Evolusi Jauh Sebelum Darwin

Ilmuan Muslim al-Jahiz (Gambar: Wikipedia)
Ilmuan Muslim al-Jahiz (Gambar: Wikipedia)

Sebelum Charles Darwin merumuskan teori evolusinya. Ternyata, ilmuan muslim yang bernama al-Jahiz lebih awal mengemukakan tentang teori evolusi binatang dalam kitab al-Hayawan.

Dalam kitab al-Hayawan, al-Jahiz menjelaskan hasil pemikirannya yang mirip dengan teori evolusi Charles Darwin dalam bukunya On the Origin of Species tahun 1859.

Al-Jahiz dalam bukunya mengatakan, semua makhluk yang bernyawa hidup dalam perjuangan yang berlanjut untuk tetap hidup. Semasa itu juga, akan selalu ada jenis yang sangat kuat ketimbang yang lainnya.

“Binatang bergelut untuk tetap bertahan hidup, menghindari pemangsa, dan untuk berkembang biak”. Tulis Al-Jahiz

Lanjut al-Jahiz, jiwa petarung merupakan hal yang mesti dimiliki setiap makhluk hidup agar tetap bisa bertahan hidup, mendapatkan makanan, bereproduksi dan bertahan di antara pemangsa lainnya.

 Faktor alam mempengaruhi organisme mengembangkan karakteristik baru untuk bertahan hidup. Faktor itu mengubah mereka menjadi spesies baru”. Lanjutnya

Dalam bukunya ia juga menjelaskan, “Binatang yang berhasil berkembang biak bisa menurunkan karakter itu kepada penerusnya”. Jelasnya

Ide Al-Jahiz berdampak pada pemikir Muslim lainnya. Teorinya tentang perkembangan makhluk hidup, digunakan para pemikir Islam yang terkenal seperti al-Farabi, al-Biruni dan Ibn Khaldun.

Biografi Singkat Tentang al-Jahiz

Ilmuan Muslim
Qatar Stamp of Al-Jahiz (source)

Bernama lengkap Abu Usman Amr Bahr Alkanani al-Bisri. Al-Jahiz, merupakan ilmuan muslim yang lahir pada tahun 776 M di Basra, Irak sebelah selatan.

Al-Jahiz hidup pada masa kepemimpinan Khalifah Abbasid. Kala itu, terdapat banyak karya ilmiah berbahasa Yunani, yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab.

Dari situlah, al-Jahiz mulai jatuh cinta dengan beberapa bidang ilmu pengetahuan, seperti filsafat, geografi, ilmu alam, sastra dan bahasa Arab.

Selain itu, kala itu juga terdapat gerakan Mu’tazilah yang lebih mengutamakan akal dibanding kebiasaan atau tradisi. Hal tersebut juga membantu al-Jahiz mulai membangun gagasan Ilmiah.

Al-Jahiz muda kala itu, mulai menulis bermacam topik pembahasan dan telah menghasilkan 200 buku semasa hidupnya. Namun, hanya sepertiga saja yang sekarang ini bisa dibaca dari ratusan buku yang ia telah hasilkan

Kehidupan al-Jahiz dikenal sebagai sosok  yang sederhana. Dibalik kesederhanaannya, al-Jahiz sedari kecil juga dikenal cerdas dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

Saat berumur 92 tahun, filsuf muslim yang masyhur pada masanya ini. Berakhir tutup usia.

Ilmuan muslim ini meninggal saat ia berjuang meraih sebuah kitab diatas lemari. Namun, lemari tersebut jatuh menimpa al-Jahiz dan ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Hingga akhirnya, al-Jahiz meninggal dalam pengembaraannya menggali ilmu pengetahuan.

Mudah-mudahan ilmuan muslim al-Jahiz, tenang di alam sana. Amiin!!  Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. (Q.S. Thaha). Terimakasih dan sampai jumpa. (pattae.com)*


Penulis: Iwank*
Sumber: BBC News