Jupri Mahmud Tinjau Jalan Desa Kunyi yang Putus Total Akibat Longsor

Jupri Mahmud turun meninjau akses jalan menuju Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polman yang putus total akibat longsor pada Senin (15/5) malam hari. Jumat (19/5/2023).

Kunjungan Ketua DPRD Polman itu datang bersama Wakil Ketua I DPRD Polman Amiruddin dan beberapa anggota dewan lainnya. Guna memastikan langsung respon cepat Pemerintah Kabupaten Polman menangani kondisi yang saat ini menimpa warganya di Desa Kunyi.

“Setelah rapat di kantor, kita turun langsung memastikan pemerintah kabupaten sigap terkait dengan kondisi Polman yang dalam waktu terakhir ini banjir di beberapa titik. Dampak luapan air sungai Kunyi berdampak pada banjir yang menimpa (daerah) Matakali,” ungkap Jupri.

Sesampai di lokasi, para perwakilan rakyat itu nampak berbincang dengan warga setempat. Mereka membahas terkait tindak lanjut yang harus sesegera mungkin terlaksana agar, warga Desa Kunyi tidak terisolir akibat dari banjir dan longsor.

Akses jalan menuju ke Desa Kunyi, kini dalam proses perbaikan. Selain itu, juga telah ada jalan alternatif.

Meski demikian, jalan alternatif itu, kata Jupri, kemungkinan besar akan hanyut terbawa arus lantaran, posisinya berada pas di tepi sungai yang, sewaktu-waktu bisa kembali meluap.

Untuk itu, lanjut Legislator muda itu. Meminta pemerintah Kabupaten atau Provinsi, segera mungkin membangun jalan baru dan permanen untuk warga Kunyi.

“Kedepannya pihak Pemerintah Kabupaten, Provinsi lebih intens. Khususnya kepada pihak Balai yang berwenang dalam hal itu, bisa mendesain jalanan yang lebih paten,” ungkapnya.

Foto Kunjungan Anggota DPRD Polman melihat kondisi jalan Desa Kunyi yang Putus Total Akibat longsor

Lain halnya warga setempat, Ilyas. Ia berharap, kedatangan Ketua dan Anggota DPRD Polman lainnya bisa lebih memperhatikan warga sekitar. Untuk, memaksimalkan percepatan perbaikan akses jalan masyarakat Kunyi.

Lebih lanjut Ilyas, menuturkan, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, sebelumnya sudah pernah berkunjung. Namun kata dia, tak ada kejelasan terkait pembangunan jalan baru dengan alasan tidak ada anggaran.

“Tidak ada kepastian pada waktu itu belum ada keputusan kapan akan dikerja. Cuma bahasanya beliau (Bupati) belum ada dana jadi belum dikerja menurut Bupati,” ungkap Ilyas.

Selain itu, Ia juga berharap ada pemasangan batu gajah sebagai dasar pembuatan jalan. Agar, meminimalisir longsor dan banjir.[*]