Jurusan Keperawan Poltekkes Mamuju Latih Siswa Tanggap Bencana

Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju
Simulasi Siaga Bencana

Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju lakukan edukasi dan melatih siswa(i) SMA Negeri 2 Mamuju, Sulawesi Barat, tentang bagaimana siaga penanggulangan bencana.

Gerakan remaja tanggap bencana tersebut, merupakan bentuk Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) yang dilakukan para Dosen dan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju, bekerja sama dengan PSC 119 SIGA Mamuju.

Ketua Tim Pengabmas Iqra S, Ners, M.Kep mengatakan. Gerakan remaja tanggap bencana itu merupakan upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat khususnya, di Mamuju.

“Remaja adalah salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peranan penting dalam penanggulangan bencana. Dengan usia yang muda menjadikan mereka memiliki kemampuan dan potensi yang dapat bermanfaat dalam sebuah manajemen siklus bencan,” tuturnya.  

“Sehingga memberikan edukasi mengenai penanggulangan bencana khususnya pada tahap kesiapsiagaan bencana perlu diupayakan,” lanjutnya.

Sementara itu anggota tim Pengabmas antaranya, I Made Sudarta dan Syafruddin Ali Salaka menambahkan. Kegiatan yang mereka laksanakan berlangsung dalam 2 sesi.

Pertama, para siswa di bekali materi tentang konsep bencana dan konsep pertolongan pada korban bencana yang berlangsung pada, 7 November 2023.

Lanjut pada sesi kedua yang berlangsung pada 2-4 Oktober 2023, para siswa kemudian mengikuti kegiatan simulasi siaga bencana.

Pada kegiatan ini, para siswa melakukan praktek langsung bagaimana mereka melakukan pertolongan pertama pada korban bencana secara tepat.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju di SMA Negeri 2 Mamuju

Kegiatan ini pun mendapatkan respon positif bagi pihak sekolah SMA Negeri 2 Mamuju.

“Ini baru pertama kali di lakukan di sekolah kami. Banyak informasi yang sangat berharga kami peroleh khususnya tentang bencana,” ungkap Fiantimala S.Pd, salah satu guru di SMA Negeri 2 Mamuju .

Apalagi lanjutnya, wilayah Mamuju termasuk daerah yang rawan bencana gempa seperti yang terjadi pada 2021 lalu yang menimbulkan korban jiwa.[rls*]