Kabid P2KLH, Hikmah: Sampah Bisa Jadi Rupiah !

Bank Sampah
Hikmah (tengah) foto bersama dengan para relawan Bank Sampah dan masyarakat Pulau Battoa.

Sampah menjadi salah-satu persoalan yang kian waktu tak kunjung terselesaikan, pesatnya perkembangan produk dan tingkat konsumerisme masyarakat berbanding terbalik dengan pengolahan sampah yang masih kadang mendapati kebuntuan.

Tetapi, berbagai macam lembaga dan instansi tetap berusaha konsen terhadap persoalan sampah tersebut.

Hikmah, selaku Kabid P2KLH Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Polewali Mandar (Polman) mengatakan. Jika sampah dikelola dengan baik, akan mennghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Bank sampah itu hadir salah-satunya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dan bagaimana juga masyarakat memahami bahwa sampah itu memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ketika itu dikelola bisa menjadi sumber pendapatan”, Ungkapnya.

Hal tersebut ia ungkap saat melakukan sosialisasi di Pulau Battoa, Dusun Lendang, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar. Sabtu 27 Juli 2019.

Dalam sosialisasi yang mayoritas dihadiri para Ibu rumah tangga tersebut. Hikmah banyak menyampaikan soal bagaimana sampah tidak melulu dianggap sebagai masalah besar.

Lebih lanjut. Pengadaan unit “Bank Sampah” menjadi program pamungkas yang diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di Pulau Battoa.

Karenanya, pengolahan sampah tidak hanya soal menjaga lingkungan hidup tetapi juga mampu mendorong ekonomi masyarakat.

Pengadaan Bank Sampah di Pulau Battoa, Hikmah mendorong semua kalangan agar mampu bersinergi. Baik pihak masyarakat, pemerintah setempat maupun Dinas terkait.

Pada kesempatan yang sama, ia juga tetap memberikan dukungan dan pendampingan dalam pengelolaan (sampah) kedepan.

“Jika masyarakat disini berinisiasi mendirikan Bank Sampah, wajib kemudian dilembagakan, agar dapat si SK-kan oleh pemerintah desa/lurah”. Tutur Hikmah

Selanjutnya, pemerintah kabupaten akan memberikan dukungan dan pendampingan bagaimana kemudian mengelola Bank Sampah tersebut”. Tambahnya.

Bank Sampah sendiri merupakan program Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang berusaha mengatasi persoalan sampah tetapi juga mendorong ekonomi kreatif dan bahkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

(Baca Selengkapnya : DLHK Polman ; Menabung Sampah Menjadi Rupiah)

Sosialisasi terkait Bank Sampah tersebut merupakan item kegiatan dari Literacy Camp yang diselenggarakan oleh berbagai macam komunitas dari Polman dan Pinrang. Selain itu, agenda Baksos bersih-bersih kampung dan pengelolaan taman baca juga turut dilakukan. (pattae.comAme’)

Sambut Ramadhan 1439, Sejumlah Elemen Masyarakat Desa Kuajang Gelar Pawai