Kampung Inggris (Leon-CS) Di Tengah Masyarakat Pattae

Kampung Inggris (Leon-cs English village), merupakan organisasi atau kursusan bahasa Inggris yang natural. Leon-CS berdiri pada akhir tahun 2012 di Desa Batetangnga Kec. Binuang Kabupaten Polewali Mandar

Subhan, salah satu tokoh pendiri kursusan tersebut, mengatakan “Saya terinspirasi dari pengalaman waktu perjalanan yang saat itu dalam kunjungan ke taman wisata Kota kediri, sehingga saya berinisiatif untuk mendirikan metode tersebut” ungkapnya, Minggu (10/11/2019).

Leon-cs dikenal sebagai salah satu kursusan bahasa inggris yang baik  di tengah masyarakat Pattae, bahkan luar daerah. Dan akhir tahun 2019, Leon-cs mengalami peningkatan member dibanding tahun sebelumnya yang tidak menentu.

Subhan atau yang kerap disapa coach Sube’ menjelaskan alasan pembentukan kursusan tersebut “agar bahasa inggris ini dianggap biasa saja, Dan jadi bahasa kedua setelah bahasa Indonesia, terkhusus buat masyarakat sulawesi barat” Jelasnya. 

“Dikursusan tersebut merupakan program pendidikan, pengembangan dan penambahan wawasan yang di terapkan diluar sekolah secara terstruktur” Tambahnya. 

Kursusan tersebut diterapkan diluar dari jam sekolah, dan menyediakan fasilitas, seperti tenaga pendidik (guru), tempat tinggal (asrama), dan tempat belajar yang nyaman.

Sebelum menutup penjelasannya Subhan menuturkan harapannya. “Saya berharap agar pemerintah dapat melihat dan membantu Leon cs baik berupa donasi Dana maupun tempat dalam hal ini Pemda, untuk bersaing dalam rangka pengembangan bahasa Inggris dengan negara asing lainnya” Tutup Subhan’.

menurut informasinya, Masyarakat setempat sangat mengapresiasi wadah kursusan bahasa Inggris tersebut. Karena dianggap punya dampak positif terhadap masyarakat Batetangnga. Dan masyarakat dari daerah lain.

Program Leon-CS tersebut, sudah berjalan sejak beberapa tahun belakangan ini, dan kini sudah melakukan pergantian kepemimpinannya. Sebelumnya, diketahui Subhan adalah pendiri pertama yang sekarang digantikan oleh Ahmad Rozali..

Adapun syarat menjadi anggota (member), tercantum sebagai berikut: Biaya belajar program asrama untuk warga pendatang sebanyak Rp. 1.300.000 per bulan, jadwal kelas belajar  4 kali sehari. selain itu mereka diberikan fasilitas berupa asrama, konsumsi 3 kali sehari, Modul pembelajaran, sertifikat dan kesempatan liburan tiap akhir pekan.

“Program reguler sebulan dikenakan biaya sebanyak Rp. 400 ribu. Dengan Fasilitas modul pembelajaran dan Sertifikat. dengan jadwal kelas belajar satu kali dalam sehari” ungkap Ahmad Rozali via WA.  

“biaya belajar untuk peserta Lokal dengan Program asrama dikenakan biaya sebesar Rp.100 ribu per bulan tidak ditanggung konsumsinya” tambahnya. 

“Terakhir Program reguler non asrama Rp. 25.000 per bulan”  tutup Ahmad Rozali yang kerap disapa Ammat, selaku direktur Leon-CS. [pattae.com]

Penulis: Dedy Gunawan*
Editor: Irwan Jel*

Tags

Dedi Gunawan

Tepatnya saya pemuda desa dari pegunungan, yang hobi menjelajah' berangkat dari desa dengan kekosongan dan berharap ketika pulang bisa membawa perubahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close