Kampus Mengajar Ankatan II Majukan Pendidikan di Bulo

Kampus Mengajar
Mahasiswa peserta Kampus Mengajar dan Guru SD N 026 Bulo

Mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) antusias menjalankan program Kampus Mengajar angkatan kedua, yang berlangsung mulai 2 Agustus s/d 18 Desember 2022.  

Adapun sekolah yang mereka tuju dalam program Kampus Mengajar yaitu, SD Negeri 026 Bulo yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Program KM sendiri, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan dari program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sebagai laboratorium sosial dalam mempraktikkan pengetahuan yang di dapat mahasiswa selama di kampus.

Pada program tersebut, memberikan kesempatan kepada mahasiswa selama 1 semester untuk memberdayakan mahasiswa, membantu guru dalam proses pembelajaran. Khususnya literasi dan numerasi disekolah dasar di wilayah 3T.

Kampus Mengajar
Foto: Guru SDN 026 Bulo bersama Mahasiswa Unasman yang Menjalan Program Kampus Mengajar

Menjadi mitra mahasiswa dalam kegiatan KM angkatan 2, guru SD Negeri 026 Bulo, Armitasari, mengatakan, program KM yang tengah di jalankan mahasiswa Unasman, sangat penting. Karena menurutnya, dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi covid-19.  

“Terima kasih kepada Kemendikbud RI yang telah meluncurkan program kampus mengajar ini. Karena dengan adanya program ini, kami para tenaga pendidik sangat terbantu. Khususnya pembelajaran di bidang Literasi dan Numerasi”. ucap Armitasari, selaku guru perwakilan dari SD Negeri 026 Bulo.

Sementara itu, mahasiswa Unasman yang tengah menjalan program KM di Desa Bulo sebanyak 5 orang. Terdiri dari 2 Mahasiswa Prodi PPKn, 2 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Matematika, dan 1 mahasiswa dari Prodi Ilmu Pemerintahan Unasman.

“Kami berterima kasih kepada program Kemendikbud RI yang telah memberikan kesempatan kepada kami melalui program kampus mengajar ini. Untuk berkolaborasi dengan seluruh tenaga pendidik di seluruh indonesia,” ungkap Firdaus, mahasiswa Prodi PPKn Unasman.

Pada program Kampus Mengajar, Firdaus mengaku mendapat kesempatan belajar dan mengajar, sebagai pengembangan baik itu soft skill maupun hard skill sebagai mahasiswa.

Penulis: Wahyu Nensi*