Kasat Lantas Ungkap Kasus Lakalantas di Kabupaten Polman Menurun

Kasus Lakalantas
Berdiri Kasat Lantas Polres Polman, AKP Adriyan Frederik Kopong saat menjalankan tugas

Kasus Lakalantas (kecelakaan lalu lintas) di Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2020 menurun jika dibandingkan tahun 2019. Data Polres Polewali Mandar menyebutkan, ada 168 kasus lakalantas yang ditangani sepanjang tahun 2020.

Data ini diungkap Kasat Lantas Polres Polman, AKP Adriyan Frederik Kopong dalam rilis hasil capaian kinerja sepanjang tahun 2020 yang dikirim ke wartawan, Selasa (5/01/2021) kemarin.

Pada rilis tersebut, angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2020 sebanyak 168 kasus. Sedangkan kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019 sebanyak 256 kasus. Hal tersebut berhasil mengalami penurunan hingga 34% angka kecelakaan di Polewali Mandar.

Selain itu, Adriyan juga menjelaskan langkah yang akan ditempuh dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Polewali Mandar kedepan termasuk membangun kerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa untuk tidak mengizinkan anaknya membawa kendaraan sendiri.

 “Makanya kita mau kerjasama dengan pihak sekolah, nanti pihak sekolah yang menyampaikan. Apabila anak itu membawa motor ke sekolah ada sanksi yang diberikan oleh sekolah” ungkap Kasat Lantas Polres Polman saat ditemui, Selasa (5/1).

Sosialisasi terkait lalu lintas akan dilakukan saat sekolah sudah benar-benar diizinkan menjalankan proses pembelajaran tatap muka di sekolah.

Tak hanya sosialisasi yang akan dilakukan, pihak Satlantas Polres Polman juga menginginkan adanya Penertiban Bentor (Becak Motor) di Polewali Mandar.

Khusus Bentor kata Adriyan, bukan diperuntukkan di jalan protokol. Alasannya karena dapat membahayakan. Apalagi, membawa penumpang didepan pengendaranya.

Namun, hal tersebut lanjut Adriyan harus dibahas dalam Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar pihak Satlantas melakukan penindakan dan penertiban.