Hasil Studi, Kebahagian Dapat Dibeli dengan Uang

Kebahagiaan
Gambar Canva: Kebahagiaan

Apakah kebahagiaan dapat dibeli dengan uang? Pada zaman sekarang ini, uang memiliki peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Setuju atau tidak, begitulah adanya.

Dengan uang kita mampu membeli apa saja untuk memuaskan hasrat atau keinginan kita. Dengan uang, kita juga mampu melakukan apa saja tanpa hambatan, dan tanpa batas demi kepuasan hati.  

Dengan pentingnya peranan uang ini, memunculkan pertanyaan,  Apa sih yang tak bisa dibeli dengan uang? Bahkan kebahagiaan sekalipun dapat dibeli dengan cara membeli waktu luang dan lain sebagainya yang dapat membuat kita bahagia.

Banyak orang bahkan hampir keseluruhan masyarakat menganggap kebahagiaan tak bisa dibeli dengan uang. Namun, berbeda dengan Ashley Whillans, salah seorang profesor dari Harvard Business School Amerika Serikat. Whillans melalui hasil penelitiannya membuktikan bahwa kebahagiaan dapat dibeli.

Sang profesor menemukan dalam studinya bahwa uang bisa membantu pemiliknya mengurangi beban kerja sehari-hari dan hal-hal  yang membuatnya stres.

Dengan cara mengeluarkan uang guna menyewa pelaku jasa yang dapat mengurangi beban pekerjaan dan dapat membuat kita bahagia.

Mengeluarkan uang dengan cara menyewa jasa seperti transportasi, membeli makanan, menyewa tenaga kebersihan, dan lain sebagainya. Meski mengeluarkan duit yang banyak, hal ini lah yang menurutnya dapat menciptakan kebahagiaan dengan menggunakan waktu luang yang banyak.

Jadi, masih berlaku kah anggapan banyak orang tentang uang yang tak semua mampu ditukar dengan selembar kertas bernilai itu? Bagaimana menurut anda?

Lanjut apa yang dikatakan prof Whillans yang dilansir dari Business Insider yang terbit pada Minggu 03/3/2019 bulan lalu.

Disisi lain, sang prof yang juga sebagai ilmu-an ini pada laman tersebut mengemukakan, meski kita mampu membeli kebahagiaan dengan uang, muncul juga rasa bersalah dengan melakukan hal tersebut.  

“Saya menemukan dalam studi saya bahwa orang-orang merasa sangat bersalah tentang outsourcing (membayar jasa) meskipun mereka mengeluarkan uang untuk memiliki lebih banyak waktu yang mereka dapatkan,”. Kata Whillans.

Menurut responden studinya mengungkap bahwa semua itu adalah beban.[pattae.com-TaTo]

Prosesi Khatam Al Quran di Dusun Kamakaco, Wonomulyo, Polewali Mandar
Khatam Al Quran dan Maulid di Dusun Kamakaco Berlangsung Meriah