Kejati Sulbar Amankan Terpidana Korupsi yang Buron ke Dubai 2017 Lalu

buron ke Dubai
Tim Tabur Kejati Sulbar saat mengamankan Terpidana Kasus Korupsi Jumiati di kediamannya, Kamis 10/12/2020. Foto. Doc Kejati Sulbar

Terpidana kasus tindak pidana Korupsi yang buron ke Dubai selama 3 tahun berhasil diamankan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Barat.

Jumiati yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Tim Tabur Kejati Sulbar atas kasus korupsi dana simpan pinjam yang menimpanya. Berhasil diamankan di kediamannya di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar-Sulbar, Kamis 10/12/2020 sekitar pukul 14.00 wita.       

Penangkapan yang dilakukan Tim Tabur setelah terpidana bernama lengkap Jumiati Binti Tandi setelah mengetahui kepulangannya sebagai TKI di Dubai. Ia juga memantau akun Facebook milik Jumiati dan mengikuti aktivitasnya secara diam-diam.

Terpidana kemudian ditangkap tim eksekutor Kejari Polman di bawah pengamanan Tim Intel Kejati Sul Bar yang dipimpin langsung Asisten Intelijen Irvan Paham Samosir.

“Kepulangan terpidana ke Indonesia kemudian terpantau oleh Tim Intel Kejati Sul Bar dan Kejari Polman melalui akun Sosmed (Facebook) Terpidana, yang kemudian diikuti secara diam-diam. Hingga akhirnya dipastikan terpidana tiba di kediamannya di kecamatan Wonomulyo kabupaten Polman”. Jelas Amiruddin Kasi Penkum Kejati Sulbar melalui rilis yang dikirim ke pattae.com, Kamis (10/12)

Penanggapan DPO Jumiati merupakan ke 11 kalinya, yang dilakukan pihak Kejati Sulbar, dalam mengamankan DPO dalam kurun waktu 3 bulan terakhir selama tahun 2020.   

Pemantauan tersebut sebenarnya sudah mulai dilakukan Tim Tabur setelah Terpidana pulang dari Dubai sebagai TKI mempergunakan mobil sewa. Setibanya di kecamatan Wonomulyo tim eksekutor (JPU Kejari Polman) bergerak melakukan penangkapan.

“Terpidana tertangkap saat sedang baring-baring diatas tempat tidur,” ungkap Amiruddin.

Setelah Jumiati yang buron ke Dubai diamankan, Tim langsung membawanya ke Kejari Polman untuk menjalani Rapid Test sebelum dimasukkan ke Lapas Polman.

Jumiati diputus bersalah pengadilan Tipikor sesuai putusan Pengadilan Negeri Mamuju Nomor 11/Pid.Sus/TPK/2017/PN.Mam pada 19 Juni 2017 tiga tahun lalu.

Berdasarkan putusan tersebut, ia dijerat pidana penjara selama 1 tahun 8 Bulan dengan denda 50 juta atau 2 bulan kurungan penjara.