Kelompok Pemuda Desa Kuajang Gagas Usaha Budidaya Jamur Tiram

Jamur Tiram hasil budidaya kelompok usaha Timur Mushroom Farm
Jamur Tiram hasil budidaya kelompok usaha Timur Mushroom Farm

Kelompok pemuda asal Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, berhasil menggagas usaha budidaya Jamur Tiram dan mengolahnya menjadi keripik. Para pemuda itu adalah Yasir (22), Fadli (22), dan Asri (24).  

Mereka mendirikan kelompok usaha Timur Mushroom Farm yang bergerak di bidang Pembudidayaan dan pengolahan Jamur Tiram. Mereka membuka peluang usaha sejak 2018 silam. Salah satu hasil olahannya yaitu Kiripik Jamur Krispy yang mereka namai si Mister (Mr) Timur.   

Nama produk Mr Timur, diambil berdasarkan teritori daerah mereka yang berada di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, juga menjadi ciri khas dan merupakan singkatan dari ke-tiga pemuda yang menggeluti budidaya Jamur Tiram itu.

“Kenapa hadir yang namanya timur, yang pertama kita (ketiga pemuda itu) berada dibagian Indonesia Timur”. ungkap Asri saat ditemui, Jumat 18/10/2019.

“Yang kedua.” Lanjutnya, “Timur ini sebenarnya, penggabungan antara tiga orang ini. Artinya ada tiga orang yang kemudian menggagas ini, sehingga kata timur itu adalah tiga jamur.” Lanjut pemuda pengusaha Jamur Tiram asal Lemo Tua, Desa Kuajang, Polewali Mandar.

Berawal dari Keresahan Pemuda

Banyaknya pemuda di Desa Kuajang di usia mudanya lebih memilih merantau keluar daerah daripada mengembangkan potensi yang ada di daerahnya sendiri. Hal tersebut menjadikan para pemuda itu memberanikan diri membentuk suatu kelompok usaha Jamur Tiram mereka sendiri.  

Asri (24) salah satu penggagas kelompok usaha Jamur Tiram tersebut merasakan betul apa yang kemudian terjadi di daerahnya. Mulai dari ide, pembuatan Kumbung (tempat budidaya Jamur), hingga pengolahan hanya dengan bermodalkan kemauan, tekad dan sharing ke orang yang berpengalaman.

Selain sharing ke orang yang telah berpengalaman soal pembudidayaan Jamur Tiram, mereka juga belajar media sosial media. Hingga kini, mereka sukses menjalankan usahanya.

Dengan adanya kelompok usaha Jamur TIram yang mereka bentuk, Asri berharap, dapat menjawab persoalan terkait lapangan pekerjaan bagi pemuda dan menjadi penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga di Polman khususnya di Desa Kuajang Dusun Lemo Tua.

“Harapan hadirnya Timur Mushroom Farm ini menjadi pemantik spirit bagi pemuda untuk kembali membangun desa dan bersama masyarakat menemukan solusi terkait persoalan yang di hadapi. Baik itu persoalan ekonomi pendidikan, maupun persoalan politik”. Ungkap pemuda yang bernama asli, Muhammad Asri Aziz itu.

Budidaya dan pengolahan Jamur Tiram

Membudidayakan jamur membutuhkan ketekunan dan metode khusus agar dapat menghasilkan jamur dalam jangka waktu yang relatif cepat. Jangka waktu paling lama untuk memanen jamur tiram tersebut berkisar dua minggu lamanya. Namun, dengan menggunakan metode khusus yaitu metode berkesinambungan, para pemuda ini dapat memanen hasil budidaya jamur nya setiap hari.

Media siap panen yang mereka sediakan sekitar 3.000 Baglog Jamur Tiram dan rencananya mereka akan menambahnya hingga 20.000 Baglog dalam Kumbung yang  berdiameter 9 x 6 meter.

Beberapa jenis media tanam yang mereka pakai yaitu, Serbuk Gergaji, Dedak dan Kapur pertanian sebagai penetral keasaman pada jamur.

Jenis jamur yang dikembangkan hanya satu jenis yaitu Jamur Tiram. Membudidayakan jamur menjadi olahan keripik, masih minim di daerah menjadi alasan pemuda ini memilih membuka usaha budidaya dan pengolahan jamur.

Selain sharing tentang bagaimana proses pembudidayaan yang mereka lakukan, mereka juga berbagi soal manfaat mengkonsumsi Jamur tersebut. Berikut ini berbagai manfaat bagi kesehatan yang dimaksud.  

Manfaat dari mengkonsumsi Jamur Tiram yaitu dapat menurunkan Kolestrol, memberi sumber Antioksidan, memberi Nutrisi pada ibu hamil, memberi sumber protein alternatif, dan mencegah kanker payudara, serta menurunkan berat badan.

Saat ini, lokasi pemasaran hasil olahan Jamur mereka masih bergerak di Polewali Mandar. Rencananya, mereka akan memasarkan hasil olahan jamur mereka hingga tingkat provinsi Sulawesi Barat dengan menarget beberapa instansi seperti Restoran dan pengepul pengolahan.  

Memberdayakan ibu-ibu yang ada di lingkungan Lemo Tua, Desa Kuajang dengan mengolah Jamur Tiram yang di budidaya. Pemuda tersebut selain mengolah jamur menjadi keripik yang sementara berjalan. Mereka juga akan mengembangkan hasil olahan jamur menjadi Abon Jamur.[pattae.com]

Penulis: F2*

Program Bidang Kerohanian Forum Pemuda Desa Kunyi Kembali Berjalan