Keluarga Kerajaan Balanipa Berbagi Berkah ke Sejumlah Penarik Bentor

Keluarga Kerajaan Balanipa
Laila Nur Djamaluddin yang berupakan keturunan Keluar Kerjaan Balanipa, berbagi ke sejumlah penarik becak dan Motor di Campalagian, Jumar, (13/11).

Keluarga Besar Masarri Sarrinna Mandawari Arayang Balanipa atau keluarga kerajaan Balanipa (Arrajang Milloli) menjadikan Jumat sebagai hari berbagi berkah ke sejumlah penarik becak dan motor.

Berkah yang dibagikan berupa Nasi kotak yang dilaksanakan di dua titik yakni Depan Kantor Camat Campalagian Kabupaten Polman, dan jalan Trans Sulawesi dengan menyisir Pasar Campalagian, Jumat 13/11/2020.

Laila Nur Djamaluddin yang merupakan keturunan keluarga kerajaan Balanipa bersama sahabat laila (SL) dan kumunitas sosial lainnya. Turun langsung berbagi berkah, sebagai bentuk perhatian keluarga kerajaan Balanipa kepada sejumlah pengais rezeki di Campalagian.

”Komunitas Masarri Sarrinna Mandawari Arayang Balanipa berbagi Si Jum (Nasi Jumat) sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara para pejuang keluarga, pengayuh becak dan penarik Becak Motor. Karena, dimasa Pandemi Covid-19, pemerintah masih tetap menghimbau untuk tidak berkerumun,” Terang Laila.

Saat membagikan 150 nasi kotak ke sejumlah pengayuh becak dan motor. Laila menghimbau kepada para pengayuh dan penarik Becak Motor untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Lanjut Ketua Laskar Merah Putih Cabang Polman tersebut mengatakan, dengan menggunakan masker saat beraktifitas, mencuci tangan dan tetap hindari kerumunan. Merupakan langkah jitu menghindari dan memutuskan penyebaran Covid-19.

Salah satu pengayuh becak motor yang tidak menyebutkan namanya. Merasa bersyukur atas gerakan peduli yang dilakukan Laila bersama komunitas sosial lainnya.

“Terima kasih kepada ibu Laila Nur Djamaluddin , karena telah berbagi kepada kami  orang kecil. Mudah-mudahan ibu diberi kesehatan dan rejeki yang melimpah,” ucapnya

Setelah berbagi, Adik Kandung Husni Djamaluddin itu juga menyempatkan untuk mengunjungi keluarga Saskia. Si anak yatim piatu yang memiliki 5 saudara guna melihat keadaan Saskia dan adik-adiknya di Desa Kenje, Campalagian.