Kemenag RI Beri Biaya Perbaikan Rumah Ibadah yang Rusak Akibat Gempa

biaya perbaikan rumah ibadah
Salah satu Masjid Rusak Akibat Gempa di Sulbar. Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nizar. Bersama Direktur Guru dan Tenaga Pendidikan Madrasah RI Muhammad Zain. Berkunjung ke Provinsi Sulawesi Barat, Jumat 5/2/2021.  

Kedatangan Nizar ke Sulawesi Barat, guna menyalurkan langsung bantuan dari Kementrian Agama RI dan Darma Wanita Pusat (DWP) kepada korban bencana gempa di wilayah Majene dan Mamuju.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti sembako. Selain itu terdapat juga bantuan dana sebesar 2 Juta untuk biaya perbaikan Rumah Ibadah. Kata Nazir, terdapat 205 rumah ibadah rusak akibat gempa.

“Secara teknis, yah tentu keperluan-keperluan pokok dalam konteks ini, dan juga uang. Termasuk rumah-rumah ibadah seperti Masjid, Gereja, Pura. Kita berikan bantuan seluruhnya karena data yang kami miliki ada 205 semuanya. Meskipun sedikit supaya bisa merata,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti kegiatan di kampus Unasman Polewali Mandar, Jumat 5/2/2021.

Kepala Kantor wilayah Kemenag Sulbar Muflih B Fattah, yang ikut menemani Sekjen Kemenag RI tersebut menambahkan, meskipun besaran bantuan untuk biaya perbaikan rumah ibadah tidak begitu besar. Namun ia menganggap hal itu merupakan satu langkah awal bagi pengurus rumah ibadah yang terkena dampak bencana.

“Ada sekitar 200 lebih (rumah ibadah rusak), terutama yang Malunda dengan Ulumanda, Mamuju. Kata Muflih. “dalam waktu dekat ini (akan disalurkan).” tambahnya.

Sebelum bertolak ke Majene dan Mamuju, Sekjen Kemenag RI bersama rombongan meluangkan waktu mengisi Dialog Kebangsaan kepada Mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar didampingi Rektor Unasman Chuduriah Sahabuddin beserta Jajarannya.

Sekjen Kemenag RI saat berkunjung, juga didampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan Khaeroni, dan Kepala Biro Kemenag Makassar Yayat Supriyadi.