Kesulitan Belajar Daring, Siswa SMPN Anreapi Ikuti Proses Pembelajaran Luring di 6 Lokasi

Guru SMPN Anreapi Langsungkan Pembelajaran During Bagi siswanya yang kesulitan mengikuti sistem Daring
Guru SMPN Anreapi Langsungkan Pembelajaran During Bagi siswanya yang kesulitan mengikuti sistem Daring

SMP Negeri Anreapi melangsungkan sistem pembelajaran Luring (Luar Jaringan) kepada siswanya saat kegiatan belajar mengajar yang di laksanakan di Kantor desa Kunyi, Kamis 30/7/2020

Sistem Luring ini berlaku untuk siswa yang berada di desa yang tidak memiliki fasilitas pendukung untuk melakuka proses belajar Daring (Dalam Jaringan) seperti akses internet. Tidak memiliki HP dan siswa yang tidak mampu membeli kuota internet.

Diketahui, terdapat beberapa desa di Kecamatan Anreapi, minim akses internet. Hal ini memaksa pihak sekolah untuk membagi wilayah yang terdiri dari 6 titik. Untuk melangsungkan kegiatan proses belajar kepada para siswanya.

Dari 6 titik yang menjadi pusat kegiatan belajar mengajar siswa SMP Negeri Anreapi. Terdiri dari 4 desa dan 1 kelurahan, yang akses internetnya kurang memadai.  

Titik-titik tersebut yaitu. Samping pustu desa Kelapa Dua, di Leppan, Kantor desa Pappandangan, rumah Kepala desa Pappandangan, Kelurahan, dan Desa kunyi.

Dari 6 titik yang ada para guru juga di bagi menjadi 6 tim yang terdiri dari 3 guru. Masing-masing akan di rolling untuk setiap titik. Pembelajaran dimulai pada 7:45 sampai 12:10 yang dilaksanakan tiap hari Selasa dan kamis.

Selain dari belajar Luring, para siswa juga di bekali 10 buku paket sesuai mata pelajaran yang harus mereka pelajari di rumah selama satu semester.

Yustia salah satu siswa SMPN Anreapi mengaku lebih memilih ikut sistem pembelajaran Luring karena kesulitan mengikuti sistem belajar daring.

“Belajar Luring labih baik dari belajar daring. Kemarin saya belajar daring tapi pindah ke luring. Karna kalau belajar daring susah di mengerti. Kalau belajar luring lebih mudah karna bisa ketemu langsung sama guru dan bisa bertanya langsung,” tuturnya

Dengan sistem pembelajaran Luring maupun Daring. Hal tersebut diharapkan agar para siswa bisa tetap semangat dalam belajar

“Harapannya untuk para siswa meskipun kita masih dalam kondisi seperti ini tidak mengurangi semangat mereka untuk tetap belajar. Belajar luring kan tidak sama kalau kita belajar di sekolah seperti biasa. Meskipun demikian saya harap bisa tetap semangat belajar” Dosmiati Guru Olahraga SMPN Anreapi.