Kisah Penderita Kanker, Terbaring Dengan Dinding Kelambu

Penderita Kanker, Terbaring Dengan Dinding Kelambu Butuh Uluran Tangan, Asal Desa Dakka Kecamatan Tapango Polewali Mandar
Penderita Kanker asal Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar

Penderita Kanker, terbaring dengan dinding kelambu membutuhkan uluran tangan oleh para dermawan minggu, (8/12).

Penderita Kanker ini bernama Andara (40) saat ini berada di Dusun 1 Kampung Baru, Desa Dakka, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Hanya bisa berbaring sembari menahan sakit yang dideritanya.

Dahulu Andara dan keluarganya tinggal di Kendari, bekerja sebagai petani penggarap. Ia terjangkit penyakit kanker sewaktu di Kendari. Setelah penderita kanker ini merasa semakin parah, Ia memilih untuk kembali ke kampung halaman berobat tradisional.

Disisi lain penderita kanker ini juga tidak mampu menjalani pengobatan medis karena tidak memiliki biaya. Andara hanya berharap dapat segera sembuh dari penyakitnya. Asal Desa Tapango, saya hanya butuh pengobatan,”. Ungkap Andara sembari menahan sakit.

Di damping sang istri (Icci), Andara dan keluarga menumpang di rumah keponakan-nya yang sudah tidak dihuni lagi. Sebab penyakit kanker yang dideritanya dan mencari tempat dimana Ia bisa sedikit lega. Andara memilih berbaring di bawah kolom rumah dengan kelambu sebagai dinding.

“Suami saya senang tidur di bawah kolong rumah, dan memilih disini meski dingin karena perasaannya tidak senang tinggal di atas rumah, apalagi jika siang hari karena di atas rumah terasa panas”. Ungkap Icci.

Saat ini keluarga Bapak Andara hanya bergantung pada anaknya yang juga bisu. “Anak saya empat, satu-satunya yang menemani kami disini. Namanya Jalaluddin, anak saya yang juga kebetulan bisu, anak saya bekerja sebagai buruh pabrik, menjemur padi di salah satu pabrik di desa ini. Dengan penghasilan sehari kadang dapat 10 ribu – 20 ribu, kadang juga tidak ada di dapat”. Lanjut Icci.

Warga sekitar juga berusaha membantu keluarga tersebut se-bisa mungkin dan berharap bapak Andara bisa segera di tangani tim medis.

“Awalnya sakit kanker di derita sejak Andara dan keluarganya tinggal di daerah Kendari, menjadi buruh kebun. Nah setelah sakitnya tambah parah maka Andara pulang ke kampung halaman”. Ungkap Edi (32).

“Saya pun ikut mengekspos ke media sosial dengan niat mengajak rasa empati agar ada orang membantu, karena memang kondisi bapak tersebut sangat memprihatinkan,”. Tegas Edi yang juga selaku kerabat pasien dan tetangganya.

Penderita kanker tersebut, tidak mampu lagi duduk dan luka dibagian dada semakin melebar. Juga sudah beberapa hari ini Andara tidak dapat makan nasi, karena faktor penyakitnya. Hanya air putih dan sepotong pisang mengganjal rasa laparnya.

Melihat kondisi penderita kanker yakni Andara, dengan kondisi sangat memprihatinkan, bersama dengan tim tim Dompet Dhuafa Sulawesi Barat. Bagi siapa saja yang ingin menyalurkan donasi-nya bisa dikirimkan langsung ke BNI Syariah 015.938.7145 a/n. Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Caranya setiap donasi diberikan kode 99, misalnya Rp. 100.099 untuk donasi Rp. 100.000. Bila ada hal yang ingin ditanyakan terkait donasi silahkan kontak nomor 085213656545 atas nama Karmila. [Pattae.com]

Penulis: Chakai*
Editor: Andryanto bahar*

Program Bidang Kerohanian Forum Pemuda Desa Kunyi Kembali Berjalan