KLHK RI Tinjau TPA Sampah Binuang: Masih Dinyatakan Layak

KLHK RI
KLHK RI saat berdiskusi dengan Ketua DPRD Polman bersama Dinas LHK Polman menyangkut TPA Binuang dan sampah.

Terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Paku Kecamatan Binuang. Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) menilai, TPA Binuang masih dinyatakan layak.

Hal tersebut dikemukakan langsung perwakilan KLHK RI, Teddy, di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polman. Kamis (27/1/2022).

Dari hasil pantauannya secara langsung di TPA Binuang, Teddy menjelaskan, kemungkinan besar akan kembali dibuka dengan catatan, harus dikelola secara maksimal.

“Berdasarkan kajian yang dilakukan dilapangan dimungkinkan untuk dipergunakan kembali, dibuka kembali” katanya.

Meski demikian, Teddy mengakui, TPA Binuang ditemukan terdapat beberapa masalah. Utamanya, persoalan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) seperti saluran air lindi yang sudah rusak/bocor.

Namun hal itu, kata Teddy, masih bisa diperbaiki asalkan dikelolah secara maksimal. Karena persoalan ideal atau tidaknya TPA, menurutnya, tidak ada di Indonesia.

“Berbicara terkait lokasi ideal TPA di Indonesia, itu tidak ada. Namun, yang menghampiri ideal, itu hanya ada di Balikpapan Kalimantan,” ungkapnya

Karena itu, lanjut Fungsional Ahli Madya KLHK RI itu mengatakan, SOP yang diterapkan di TPA harus dijalankan secara ketat. Apalagi, hal itu sampai pada masalah fisik TPA.

Dari persoalan yang ada itu, Teddy menyampaikan, masih bisa diatasi dengan perbaikan, dengan kerjasama seluruh stakeholder  yang ada di Kabupaten Polman untuk bersama-sama menangani sampah.

Ketua DPRD Polman, Jupri Mahmud, yang ikut memantau TPA Binuang, menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan, persoalan sampah yang mencuat sejak pertengahan tahun lalu (2021), perlu sinergitas, keterbukaan dan kerja secara sistematis dari pemerintah setempat.

Karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengelolah sampah, kata Jupri, sudah mulai hilang.

“Jika TPA ini dibuka kembali, warga harus diyakinkan bahwa, TPA ini akan dikelola dengan baik. Karena masalah hari ini, adalah penolakan masyarakat, karena adanya rasa tidak percaya lagi,” ungkapnya.

Khusunya kepada dinas terkait (DLHK), Jupri mengingatkan pentingnya terus melakukan sosialisasi pemilahan sampah, mulai dari rumah tangga. Agar dapat memudahkan pengolahan sampah pada saat di drop ke lokasi TPA.[*]