Konflik di Papua, Polda Sulbar Lakukan Doa Bersama dan Deklarasi Melawan Rasisme

Doa Bersama untuk Stabilitas Keamanan atas Konflik di Papua
Doa Bersama untuk Stabilitas Keamanan atas Konflik di Papua

Konflik di Papua beberapa pekan terakhir ini menyita perhatian banyak pihak, tak terlebih Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat. Dengan adanya kejadian tersebut Kapolda memprakarsai doa bersama dengan menghadirkan berbagai Ormas, serta para tokoh lintas agama di Aula Arya Guna,  Mapolda Sulbar, Jumat 06/09/2019.  

Kegiatan yang bertema “Damailah Indonesia, Damailah Papuku” ini. Dilaksanakan guna mendoakan masyarakat Papua dan pihak TNI dan Polri yang sedang bertugas mengamankan situasi memanas yang terjadi di Papua.

Doa bersama yang dipimpin langsung Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar berharap, dengan acara doa bersama ini dapat memberikan Kedamaian dan situasi kondusif di Papua.

Selain itu, dengan dilaksanakannya doa bersama ini, dapat memberikan keselamatan bagi seluruh warga Papua dan Pihak petugas. Khususnya Panglima TNI dan Kapolri yang turun langsung di Papua.

“Kita berharap dengan acara doa bersama ini dapat memberikan Selamatan kepada Pemimpin (Panglima TNI dan Kapolri) yang bertugas langsung di Papua serta memberikan kedamaian. Dan keamanan agar keadaan disana semakin membaik dan kondusif”. Ungkapnya saat memberikan sambutan.  

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Sulbar yang di daulat turut hadir dan memberikan Tauziah. Dalam Tauziah-nya, ia menyampaikan pentingnya menjaga toleransi beragama. Baik sesama maupun dengan penganut agama yang lain.

Dalam Acara Doa Bersama untuk Stabilitas keamanan Papua, turut hadir Gubernur Sulbar yang diwakili Kepala Kesbangpol Rahmat sanusi, Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) yang mewakili Danren 142 Tatag, Raja Mamuju yang diwakili langsung oleh Putra Mahkota, Ketua MUI, dan Dandim 1418.

Selain doa bersama, dalam kegiatan itu juga diadakan Deklarasi “Say No to Racism”  (katakan tidak untuk rasisme) oleh seluruh peserta yang hadir.

Sehari sebelumnya, Polda Sulawesi barat juga menggelar doa bersama dengan Pihak TNI, Kementerian agama  dan tokoh Agama (Islam) di Masjid Jabal Rahman Mapolda Sulbar (05/9). 

Dengan adanya konflik berkepanjangan di Papua, menimbulkan banyak korban jiwa akibat konflik tersebut, baik dari Pihak Keamanan (TNI dan Polri) maupun pihak warga sipil Papua.

Kapolri dan Panglima TNI yang prihatin atas kejadian tersebut harus terjun langsung meninjau dan berkantor di Daerah Papua. Hal tersebut adalah Imbas dari Konflik yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang diserang Beberapa kelompok Masyarakat.[pattae.com]

Penulis: Casper*