HIPMI Polman Buka Pendaftaran Caketum Masa Bakti 2022-2025

HIPMI Polman
Dewan Pengurus HIPMI Polman

Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Polman, membuka pendaftaran Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI masa bakti 2022–2025.

Seperti di sampaikan Ketua Organizing Committee (OC) Jabal Nur, pendaftaran Calon Ketua Umum BPC Hipmi Polman sudah terbuka sejak 29 September sampai 6 Oktober 2022.

“Tahapan mekanisme pendaftaran Caketum, tahapannya sudah kita buat mulai tanggal 29 September sampai 6 Oktober ini,” ujar Jabar Nur saat di hubungi via WhatsApp, Minggu (2/10/2022).

Lanjut, merujuk pada anggaran dasar (AD) anggaran rumah tangga (ART), Jabar Nur menegaskan. Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI BPC Polman tidak boleh menjabat 2 kali dan tercatat sebagai kader internal HIPMI aktif.

“Persyaratan-persyaratan telah kita susun, perlu kita ketahui bahwa HIPMI ini adalah organisasi kaderisasi. Merujuk pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga,” tegasnya.

Adapun Persyaratan Khusus bagi Calon ketua Umum BPC HIPMI adalah:

  1. Memenuhi persyaratan umum bagi pengurus cabang.
  2. Untuk Calon Ketua Umum Badan Pengurus Cabang pernah atau sedang menjadi Fungsionaris di Badan Pengurus Cabang Harian. Dan atau menjadi anggota biasa aktif sekurang-kurangnya 6(enam) bulan.
  3. Bersedia bertempat tinggal di mana Badan Pengurus Cabang berkedudukan.
  4. Mencalonkan diri sebagai Ketua Umum secara tertulis kepada Panitia Pengarahselambat- lambatnya tanggal 06 Oktober 2022.
  5. Telah mengikuti DIKLATDA/DIKLATCAB yang di buktikan dengan Sertifikat.
  6. Tidak berada sebagai status PNS/ASN/TNI/POLRI

Selain itu, terdapat juga 20 poin Persyaratan Administrasi bagi Calon Ketua Umum BPC HIPMI Polman yang di lampirkan di berita acara Caketum.

HIPMI Polman
Brousur Tahapan Menuju Pemilihan Calon Ketua Umum

Siapapun yang terpilih nantinya, Jabar Nur berharap Ia berharap, dapat membawa HIPMI Polman sesuai dengan tema yang di usung yaitu. Bergerak menumbuhkan wirausaha muda yang berdaya saing dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi daerah.[*]