Kopi Kaleok, Potensi Unggulan Daerah Polewali Mandar

PaTTaE.com | Anugerah terbesar Desa Kaleok  dengan potensi menjadi kampung penghasil Kopi Kaleok jenis Robusta terbaik di Kabupaten Polewali Mandar dan skala provinsi Sulawesi Barat pada umumnya.

Merupakan salah satu kampung yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung dan hutan rakyat ini, terbentang beragam potensi alam yang luar biasa. Mayoritas masyarakat desa kaleok hidup sebagai petani perkebunan. Penghasilan terbesar warga kampung kaleok bersumber dari hasil perkebunan kakao, kemiri, dan kopi.

Kaleok merupakan nama salah satu Desa yang ada di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, dimana sejak dahulu sudah dikenal sebagai penghasil kopi yang masih bertahan hingga sekarang. Jika anda berkunjung kesana, anda akan mendapat suguhan kopi tanpa gula khas warga Kaleok.

Berada di daratan tinggi serta memiliki kesuburan tanah yang pas untuk tanaman Kopi jenis Arabika dan Robusta, menjadi alasan tanaman kopi dapat tumbuh subur di daerah tersebut. Data tahun 2015 Kecamatan Binuang, produksi Kopi mencapai 8,63 Ton per tahun dengan luas panen 190,33 Ha.

Memperkenalkan Kopi Kaleok

"<yoastmark

Menggantungkan hidup pada potensi alam yang melimpah, pada mulanya belum mampu secara massif menghasilkan nilai tambah. Semua potensi masih dikelola dengan cara-cara tradisional hingga produktifitasnya sangat kecil.

Baru setahun, masyarakat dan pemerintah desa Kaleok terus membenahi diri. Menggali dan mengembangkan potensi alam yang sudah ada kemudian dikelola dengan baik.

Produksi pertanian warga Kaleok khususnya kopi, mulai terjual dalam bentuk kemasan yang menarik, dan mendapat perhatian dari para pecinta kopi yang ada di Kabupaten Polewali Mandar.

Peringatan HUT ke-58 Polewali Mandar pada bulan Agustus tahun 2017 lalu, merupakan awal Kopi Robusta milik warga desa Kaleok membuka stand, mempromosikan hasil produksi Kopi yang dikelolanya sendiri, bekerja sama dengan pemerintah desa Kaleok.

Sekitar 800 gelas Kopi khas Kaleok dibagi secara gratis pada moment HUT Polewali Mandar. Kopi gratis ini bertujuan tuk memperkenalkan potensi pertanian Kopi yang dimiliki Desa Kaleok.

Memiliki aroma dan rasa yang khas, kopi Kaleok terus mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk di promosikan sebagai potensi unggulan daerah ketingkat Nasional bahkan Internasional.

Hal ini terbukti dengan terpilihnya Kopi Kaleok mewakili Daerah Polewali Mandar sebagai produksi unggulan daerah, pada event Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo yang diselenggarakan di Tangerang, 6-8 Juli 2018.

Apkasi Otonomi Expo 2018, Peluang Besar Kopi Kaleok

Kopi Kaleok dalam bentuk kemasan yang di perkenalkan pada HUT ke-58 Polewali Mandar 2017 lalu. Foto: Amri
Kopi Kaleok dalam bentuk kemasan yang di perkenalkan pada HUT ke-58 Polewali Mandar 2017 lalu. Foto: Amri

Pelaksana kegiatan Aplikasi Otonomi Expo mengklaim, dari tahun ke tahun telah dikunjungi tidak kurang dari 15.000 orang. Bukan hanya itu, kegiatan tersebut juga mendapat liputan dari berbagai media nasional baik TV, radio, cetak maupun online.

Bayaknya media yang hadir diharapkan mampu membuat daerah asal peserta akan lebih dikenal oleh masyarakat luas. Baik skala Nasional, Regional dan bahkan dunia Internasional.

Kopi Kaleok pada pameran Apkasi Otonomi Expo 2018, menjadi peluang besar mempromosikan, dan memasarkan lebih luas produk unggulan Desa Kaleok. Hadirnya Kopi Kaleok diharapkan mampu memikat para investor, atau dunia pasar kopi.

Kopi Keleok jenis Robusta dalam bentuk kemasan siap dipasarkan.
Kopi Keleok jenis Robusta dalam bentuk kemasan siap dipasarkan. Foto: Amri

Dengan persaingan pasar kopi Nasional, Kopi Kaleok melakukan inovasi dalam hal kemasan, demi menjaga kualitas dan cita rasa khasnya. Kesempatan emas tuk produk Kopi, pemerintah Kaleok membawa sebanyak 500 bungkus kopi pada pameran Apkasi Otonomi Expo.

Kegiatan Apkasi Otonomi Expo berlangsung di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang 6-8 Juli 2018.

Potensi Desa tetap harus didukung demi memajukan daerah, yang membuahkan kesejahteraan masyarakatnya. terus Desa Kaleok, memperkenalkan anugerah potensi alam yang melimpah ruah. (TaTo*)

Beasiswa Digital Talent 2019 dari Kemenkominfo
Beasiswa Digital Talent 2019 untuk 20 Ribu Peserta