KPU Polman Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2022

Peraturan KPU
Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2022

Memasuki tahapan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar gelar Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2022.

Dalam Sosialisasi tersebut hadiri Forkopimda Polman, Partai Politik, dan Ormas se Kabupaten Polman, di Ballroom Al-Ikhlas Jl. Budi Utomo Kelurahan Pekkabata, Jumat (11/11/2022).

Kegiatan sosialisasi Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2022 ini, guna memberikan informasi terkait ketentuan-ketentuan mengenai tahapan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu 2024.

“Perlu kita tahu bahwa penyelenggaraan Pemilu merupakan tanggungjawab kita bersama. Bukan hanya tanggungjawab KPU dan Bawaslu,” Ungkap Rudianto, Ketua KPU Kabupaten Polewali Mandar.

Lanjut Rudi, menyampaikan, sesuai UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, jumlah kursi setiap kabupaten/kota. Mengacu pada jumlah penduduk dengan rentan jumlah kursi DPRD itu mulai dari 20 sampai 35.

Melalui keputusan KPU No. 457 tahun 2022, kata Rudi, jumlah kursi DPRD Kabupaten Polman di pemilu 2024 sebanyak 40 kursi, sesuai jumlah penduduk Kabupaten Polman.

Adapun jumlah kuota untuk DPRD Polewali Mandar pada Pemilu kali ini, berkurang dari Pemilu sebelumnya yaitu, 45 kursi menjadi 40 jata kursi.

Kurangnya 5 kursi tersebut, pihak KPU Polman akan melakukan pengkajian untuk mengetahui daerah pemilihan mana saja yang banyak mengalami pengurangan. Kemungkinannya setiap Dapil terdapat satu pengurangan jata kursi.

“Untuk mengetahui dimana saja pengurangan kursi itu. Tentu kita melihat pengurangan jumlah penduduk di setiap Dapil,” terang Rudi.

Lain hal yang di sampaikan Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Sulawesi Barat, Sukmawati M Sila. Penururunan jumlah pemilih tersebut, terjadi setelah melakukan sinkronisasi dengan Daftar Agregat Kependudukan per Kecamatan, dan Data Pemilih Berkelanjutan.

Kendati demikian, Sukmawati mengaku, hal itu justru menunjukkan kualitas data pemilih yang jauh lebih bagus.

“Penurunan jumlah pemilih menunjukan kualitas data pemilih jauh lebih bagus,dan lebih terpercaya, ujarnya[*].