Kualitas Pendidikan Menjadi Syarat Tumbuhnya Ekonomi Negara

Pendidikan di Polewali Mandar
Kualitas Pendidikan, foto siswa SD di Polewali Mandar

Kualitas pendidikan suatu Negara berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi-nya, begitu pun sebaliknya. Hal ini diungkap Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk “pendidikan untuk pertumbuhan” ekonomi, sebagai saran untuk Indonesia, bila ingin memperbaiki mutu pendidikan.

Kualitas Pendidikan di Indonesia, bila dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura, masih sangat jauh perbandingannya. Singapura sebagai negara tetangga, mampu menjadi peringkat kedua dunia sebagai negara dengan pendidikan terbaik setelah Tiongkok.

Bahkan, Malaysia sendiri yang juga sebagai negara tetangga, mutu pendidikan-nya masih diatas dari Indonesia. Sesuai hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018. Kualitas pendidikan Negeri Jiran mencapai skor 415, dibandingkan dengan Indonesia yang mendapat skor 371 poin.

Sedangkan Pendidikan Singapura pada survei tersebut, mencapai angka 549 skor. Angka ini menjadikan Negara dengan julukan “kota singa” tersebut, ke peringkat pendidikan terbaik kedua di Dunia.

Dari hasil survei PISA 2018, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) itu mengungkap, hubungan antara skor pendidikan masing-masing negara dengan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara. Bila Negara dengan skor pendidikan PISA-nya tinggi maka, PDB per kapita masyarakat-nya pun tinggi.

World Bank (WB), memprediksi bila Indonesia dapat meningkatkan skor PISA sebesar 25 poin, maka dalam 12 tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Negara tersebut dapat naik sebesar 0,08% pada Tahun 2027. Bahkan, bila terus mengalami kenaikan, pertumbuhannya akan mencapai 0,23% pada Tahun 2040 mendatang.

Menurut WB, Survei PISA tersebut menjadi tolok ukur dalam Perbaikan kualitas pendidikan. Bila ingin memperbaiki laju pertumbuhan ekonomi-nya, Indonesia harus lebih serius meningkatkan skor PISA hingga 100 poin.

Apakah Indonesia dalam memperbaiki ekonomi, fokus peningkatan kualitas pendidikan? Mari kita ulas dengan seksama.

Cara Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Mengambil contoh Singapura, dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan negara tersebut dengan mengacu pada peningkatan kapasitas siswa-nya.

Dalam hal itu, Negara tersebut memfokuskan pendidikan-nya pada STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Dimana, mewajibkan siswa mempelajari ilmu matematika atau sains mulai sekolah dasar hingga pendidikan tingkat lanjut (Perguruan Tinggi). Penyetaraan kualitas juga mereka lakukan di semua daerah.

Nah, apa yang pemerintah Indonesia lakukan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan? Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru Nadiem Makarim, merancang berbagai terobosan baru, sebagai upaya memperbaiki kualitas pendidikan.

Seperti yang dilansir dari Tempo.co, Kepala BKLM Ade Erlangga, saat acara Fasilitasi Hubungan Kehumasan Kemendikbud, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) yang berlangsung di Kuta Bali,  Kamis 14/11/2019. Mengungkap Lima kebijakan  tersebut.

Kata Erlangga, terobosan pertama yaitu, prioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila. Kedua memotong regulasi yang dapat menghambat terobosan dan meningkatkan investasi.

Ketiga, menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan. Keempat, orientasi kegiatan pemerintah untuk penciptaan lapangan kerja dengan mengutamakan pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Serta kelima, pemerataan teknologi pendidikan baik daerah terpencil maupun kota besar. Namun, dalam hal ini anggaran pendidikan yang disalurkan pemerintah Indonesia tahun 2019 justru menurun dari tahun sebelumnya.

(Baca: Anggaran Pendidikan Tahun 2020 Capai 505,8 Trilliun)

Apakah pemerintah benar-benar serius dalam peningkatan sumberdaya manusia? bagaimana menurut anda? [pattae.com]

source: OECD, KataData, Tempo.co

Pagelaran Seni dan Budaya Lokal
Pagelaran Seni dan Budaya Lokal Polewali Mandar, Berlangsung Meriah