Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja Masjid Sulewatang

Latihan Dasar Kepemimpinan KKN IAI DDI Polman dan Pemuda Sulewatang
Latihan Dasar Kepemimpinan KKN IAI DDI Polman dan Pemuda Sulewatang

Latihan Dasar Kepemimpinan yang diadakan oleh KKN IAI DDI Polman berlangsung selama 4 malam.  Mulai pada 08 s/d 13 April 2019 di masjid Al Mu’mina, kel. Sulewatang, Lingkungan Sarabakan.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dibuka pada 08/4/2019 malam lalu, kemudian pemaparan materi dan setelah itu pembaiatan pada malam terakhir.

Kegiatan ini dilakukan setelah Sholat Fardhu Isya hingga pukul 22:00 WiTa diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 16 laki-laki dan 24 perempuan. Peserta yang tergabung dari berbagai kalangan yaitu mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan pemuda.

Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di isi dengan 4 materi yaitu Kepemimpinan, Kesekretariatan dan Administrasi, Publik Speaking serta, Akidah.

Materi kesekretariatan oleh Hikmahwati Rahman, yang mengajarkan tentang manajemen,  persuratan, langkah langkah dalam management.

Materi publik speaking yang dibawakan oleh Ary Ramdani Yusuf Yahya, lebih mengajarkan bagaimana cara berbicara di depan umum, serta tekhnik- tekhniknya.

Materi kepemimpinan di bawakan oleh Misbah Irham. Materi ini membahas tentang bagaimana sebuah kepemimpinan, perbedaan antara pemimpin dan pimpinan, serta cara bersikap dalam kepemimpinan.

Materi Akidah bawakan langsung oleh bapak Polman Azrah, yang mengajarkan tentang bagaimana  penanaman nilai Religi dalam diri peserta.

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk membina serta memberikan bekal kepada para remaja yang akan mengurus remaja masjid kelak. Seperti yang dikatakan oleh Nurhikmawati Rahman selaku panitia kegiatan.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal adik-adik yang mau membina remaja masjid. Karena bertepatan di remaja masjid tersebut mau dibentuk kepengurusan. Ini bisa menjadi dasar mereka untuk perekrutan selanjutnya remaja masjid Al Mu’mina“. Tuturnya

Dia juga menyampaikan kekaguman terhadap reaksi masyarakat terhadap kegiatannya. “Alhamdulillah luar biasa, berdasarkan jumlah pesertanya padahal ini baru awal pembentukan.” Katanya

“Antusias belajarnya masyarakat sangat baik, dan respon masyarakat juga sangat mendukung hingga mereka mengusulkan untuk pembentukan Majelis Taklim. Kekaguman saya pada respon baik masyarakat terhadap kegiatan kepemudaan seperti yang kami lakukan saat ini.” (Pattae.com). Tutupnya


Penulis: Echi*

Kenapa Desa Batetangnga Lebih Dikenal Sebagai Desa Kanang ?