Lembaga Bahasa Inggris MA Izzatul Ma’arif Tappina Gelar Spending Night

Spending Night MA Izzatul Ma'arif Tappina
Spending Night MA Izzatul Ma'arif Tappina

Siswa Mandarash Aliah (MA) Izzatul Ma’arif Tappina Melalui lembaga Bahasa Inggrisnya menggelar kegiatan Spending Night di lingkungan sekolah mereka, Desa Mirring, Binuang, Sabtu 07/09/2019.

Kegiatan Spending Night ini dilakukan selama satu malam tiap seminggu sekali. Peserta yang hadir pun, diwajibkan menggunakan bahasa inggris saat melakukan percakapan.

Spending Night sendiri merupakan kegiatan siswa dan siswi guna mengasah kemampuan berbahasa (bahasa inggris) dengan cara menyenangkan. Untuk itu mereka mendatangkan instruktur dari lembaga kursus Learn English of Nature & Culture Studies (LEON-CS) tuk memandu bahasa inggris mereka.

“Kenapa di datangkan LEON CS karena bukannya guru tidak mampu tetapi anak-anak itu biasanya perlu penyegaran guru juga.” Ujar Saripuddin selaku guru Bahasa Inggris MA Izzatul Ma’arif Tappina.

Materi-materi yang diberikan untuk para siswa pada Spending Night yaitu tentang Frudensisial, Introdaksion, Speaking. Bukan hanya itu, dalam kegiatan tersebut terdapat juga game guna memberikan suasana yang tidak membosankan dalam belajar.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 60 siswa yang terdiri dari peserta baru sebanyak 40 siswa, dan panitia 20 siswa. Pihak sekolah akan memberikan kegiatan lanjutan seperti English Clem untuk mengasa kembali kecakapan berbahasa inggris siswa dalam sebuah forum diskusi.

Spending Night meruakan kegiatan dari IMEL (Izzatul Ma’arif English Club), merupakan lembaga resmi sekolah MA Izzatul Ma’arif yang fokus pada kegiatan ekstra kurikulir bagi siswa, sejauh ini sudah berjalan 3 tahun.

Dari kegiatan ini, ketua panitia Spending Night mengatakan, para siswa diharapkan mampu berbahasa inggris dengan baik karena bisa mem-praktek-kan-nya secara langsung.  

“Harapan semoga yang ikut bimbingan ini bisa inklut bahasa inggris nya dan yang masih awal juga termotivasi lagi untuk belajar”. Ujar Muflihatul Ula.

Hal ini juga merupakan pemberian bekal bagi para siswa saat memasuki bangku perkuliahan atau pun dunia kerja.  

“Diadakan bimbingan agar kelak pada saat kuliah dan kerja sudah ada bekal. setidaknya sudah bisa di kasi gambaran-gambaran kecil karena itu pun sangat berpengaruh pada masa depannya”. Tambahnya [pattae.com]

Panulis: Ichi*