Lestarikan Situs Budaya Religi, Polres Polman Revitalisasi Makam Imam Lapeo

Situs Budaya Religi
Makam Imam Lapeo

Dalam rangka memperingati HUT ke-77 Bhayangkara, Polres Polman, Polda Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan revitalisasi situs budaya religi di Makam K.H.Muhammad Thahir (Imam Lapeo) di area Masjid Nurut Taubah Kecamatan Campalagian.

Kegiatan tersebut merupakan upaya Polres Polman untuk menjaga dan melestarikan budaya, terutama keberadaan makam tokoh agama Polewali Mandar. Makam ini menjadi salah satu situs yang membanggakan bagi masyarakat Campalagian.

Diketahui, bagi masyarakat Mandar, sosok Imam Lapeo merupakan ulama yang mengembangkan syiar Islam di wilayah tanah Mandar. Sekaligus menjadi imam pertama yang mendirikan masjid di Lapeo.

Sebagai penyebar syiar Islam di tanah Mandar, Makam Imam Lapeo ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Sulawesi Barat hingga luar provinsi.

Untuk itu, Kapolres Polman beserta jajarannya Revitalisasi situs agama yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari. Mulai pada Kamis 15 sampai 22 Juni 2023.

Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono, menyatakan dalam rangka Hut Bhayangkara ke-77, pihaknya melakukan Revitalisasi situs agama makam Imam Lapeo. Dimana salah satu tradisi masyarakat di Polman usai merayakan Lebaran Idul Fitri adalah berziarah ke makam tokoh agama yang dihormati.

“Hal ini kami lakukan di Masjid Imam Lapeo (Nurut Taubah) ini ada makam sesepuh kita penyebar agama islam di Campalagian dan sekitarnya. Sehingga kita besarkan makam ini untuk selalu dikunjungi masyarakat Polewali Mandar,” ungkap Kapolres.

“Silahkan hadir merasakan ibadah dan Ibadah doa, karena kami Revitalisasi situs ini untuk dinikmati masyarakat dengan nyaman. Bersih dan masyarakat yang datang beribadah merasa bahagia,” tambahnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Muhammad Ilyas, mengaku dengan adanya Revitalisasi yang dilakukan Kapolres Polman. Mengembalikan kehangatan dan mengangkat kembali nilai-nilai yang dibawa Imam Lapeo.

Berkat Kapolres Polman, kata Ilyas masyarakat Polman khususnya warga Lapeo kini bersemangat dan termotivasi dengan apa yang dibawa oleh Imam Lapeo adalah nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai keagamaan, dan semua sangat paripurna pada waktu itu.

Selain Pemetaan terhadap bagian situs makam, rencana penempatan UMKM yang ada di area masjid juga ikut dibenahi.[*]