Liburan ke Wisata Air Terjun, Bocah 7 Tahun Asal Matakali Tewas Tenggelam

Korban Tenggelam
Limbong Kamandang. Foto detik.com

TAPANGO,- Malang Nasib Muhammad Roni, bocah berusia 7 tahun asal Desa Makkombong, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar menjadi korban tenggelam.

Dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, setelah beberapa jam tenggelam di dasar air terjun, di lokasi wisata permandian alam Limbong Kamandang, Desa Kurrak, Kecamatan Tapango, Sabtu (25/07/20) sore.

Ibu korban Neti mengatakan, peristiwa bermula ketika korban hendak mengambil sandalnya di antara bebatuan sekitar air terjun. Korban diduga terpeleset hingga membuatnya terjatuh ke dalam kolam air terjun.

“Anakku mau ambil sandalnya karena sudah mau pulang, terpeleset saat ambil sandal, dia sempat berteriak meminta tolong,“ ungkap Neti kepada wartawan.

Neti mengaku, berwisata ke Limbong Kamandang bersama anaknya Muhammad Roni, dan kerabat keluarga lainnya, “Tadi kesini sama ponakan “, ujarnya berurai air mata.

Proses evakuasi korban berlangsung lama. Menggunakan alat seadanya puluhan warga silih berganti menyelam ke dasar kolam sedalam 10 meter, untuk menemukan jenazah korban.

Jasad Muhammad Roni ditemukan

Jenazah Korban yang tenggelam sedalam 10 meter, berhasil ditemukan, dengan berbekal alat pancing yang diberi pemberat agar mengait pakaian korban.

“Itu satu desa Kurrak dibantu warga desa lain melakukan pencarian menggunakan alat tradisional. Korban baru bisa ditemukan saat gunakan pancing, karena kalau kita menyelam tidak bisa karena arus kuat. Apalagi kedalaman sepuluh meter,” jelas Haris, Kepala Desa Kurrak.

“Kurang lebih dilakukan pencarian selama empat jam, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa “ lanjutnya

Evakuasi korban disambut jerit tangis histeris keluarga dan warga di sekitar lokasi kejadian. Dengan pengawalan ketat aparat keamanan dari TNI-POLRI, jenazah korban langsung dibawa ke  rumah duka untuk disemayamkan.[slf*]