Literacy Camp Menjadi Ajang Silaturahmi Pegiat Literasi

Pegiat Literasi
Para pegiat literasi melakukan foto bersama

Pegiat literasi baik dari berbagai oganisasi, komunitas, maupun personal melaksanakan kegiatan  “Literacy Camp” selama dua hari (27-28/07) di Pulo Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang.

Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi para komunitas penggiat literasi bekerjasama dengan Komunitas Pemuda Pelajar Pulo Battoa (KP3B).

Keterlibatan Komunitas Pemuda Pelajar Pulo Battoa (KP3B) dan masyarakat setempat menjadi factor utama suksesnya kegiatan tersebut.

Terkait dengan kegiatan literasi camp, kami selaku pemuda Pulo Battoa sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ada beberapa hal yang kemudian bias menumbuhkan semangat belajar teman terutama pemuda Pulo Battoa.” Tutur Sarman, ketua KP3B.

Sarman juga berharap output dari kegiatan itu dapat meningkatkan budaya diskusi yang membahas bayak tentang terumbu karang dan seni.

Ada beberapa yang menjadi keinginan setelah terlaksananya kegiatan literasi camp ini, adalah ingin meningkatkan Budaya diskusi terkait dengan terumbu karang dan seni.” Tambahnya.

Komunitas dan personal pegiat literasi yang terlibat dalam kegiatan tersebut, diantaranya Budaya Literasi Pinrang, Serikat Pemuda Desa (Sepeda), Beranda Burhan. Kompasna, Anak Lontara Nusantara (ALTAR), Tunas Muda Mudi Wonomulyo, dan Sapobaca Todakka, dan dua media partner yang mengabadikan kegiatan tersebut.

Selain itu, juga hadir RB Lokapere Majene, perwakilan Bala Tau Art, mahasiswa Himagrotek Unasman dan Mahasiswa STSIP.

Item kegiatan yang diadakan dalam literacy camp seperti Diskusi Lingkungan (pengelolaan sampah dan konservasi karang). Terdapat juga Kampanye Literasi seperti pengelolaan taman baca, serta Bakti Sosial dengan membersihkan pulau dan sosialisasi pengelolaan bank sampah.

Tidak hanya itu, peserta literasi camp juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait lingkungan laut, literasi yang kemudian menghasilkan rekomendasi-rekomendasi.

Hari pertama diisi dengan sosialisasi Bank Sampah dengan menghadirkan Hikmah, selaku Kabid P2KLH Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Polman sebagai pembicara. Kegiatan tersebut melibatkan warga setempat sebagai sasaran sosialisasi.

Pada malam hari, Literacy Camp menggelar panggung ekspresi yang diisi pementasan dari setiap komunitas yang terlibat, dan kreasi Anak Pulau (Kelompok Rebana). Panggung ekspresi itu mampu menghadirkan riuh tawa dari warga Dusun Lendang, Pulau Battoa.

Disamping itu, penyerahan buku yang dilakukan tiap perwakilan kelompok pegiat literasi kepada ketua KP3B. akhir kegiatan malam dilakukan Focus Group Discussion tentang lingkungan laut dan literasi.

Hari kedua dilakukan agenda bakti sosial dengan mengutip sampah disekitar pesisir pantai dan pemukiman Pulo Battoa. Setelah itu, peserta merapihkan perpustakaan sebagai sarana utama penggiat literasi. (pattae.com_)

Penulis: Fahril*
kontributor: Fahril

Buah hasil petani kakao di desa Batetangnga yang mengalami serangan hama
Petani Kakao Batetangnga mengeluhkan Busuk Buah