Madu Trigona Hasil Olahan Kelompok Tani Kakao-Ternak Terintegrasi

Lemo Baru | Lebah madu Trigona merupakan salah satu hewan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikelola dengan baik. Madu jenis ini tidak hanya ada di tanah Borneo, Kalimantan. Pulau bagian barat Sulawesi pun, juga ditemukan tipe madu lebah jenis ini.

Bila anda sedang berada di Sulawesi Barat, dan mencari madu asli olahan masyarakat, anda boleh berkunjung langsung ke desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar. Disana terdapat salah satu Kelompok Tani Kakao-Ternak Terintegrasi mengelola Madu Trigona dengan cara alamiah.

Mereka memulai memasarkan hasil olahan-nya sejak tahun 2016. Satu kotak sarang lebah dapat menghasilkan madu sebanyak 2 sampai 3 botol dengan ukuran setara dengan 1500 ml. Madu trigona yang mereka olah, lalu dikemas dan dijual dengan harga Rp. 75.000/botol dengan ukuran setara dengan 250 ml.

“Sistim titip dan terima pesan antar pemasaran madu trigona tidak hanya di wilayah Polewali Mandar, bahkan sudah sampai ke Makassar”. ujar Anas (50) pengelola kelompok tani kakao ternak terintegrasi, saat diwawancarai, Minggu/10/11/2019.

Untuk menghasilkan jumlah madu yang lebih banyak, kelompok tani ini melakukan penambahan kotak (media sarang) dan penanaman bunga di sekitar agar serangga jenis Tawon ini bisa mendapatkan sari-sari bunga dengan cepat. Sarang lebah yang mereka miliki sebanyak 40 kotak.

Khasiat Madu Trigona

Madu trigona diketahui berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang mematikan seperti Kanker.

Mengutip Dr. Budiaman, Anas (50) Salah satu anggota kelompok tani asal Lemo Baru, Desa Kuajang, mengatakan, mengkonsumsi madu dapat menyembuhkan penyakit Kanker.

“Kandungan Propolis dan anti oksida pada madu trigona berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit salah satu-nya penyakit Kanker. Sehingga, madu ini sangat baik untuk dikonsumsi.” ungkapnya.

Tak hanya mengelola madu, kelompok tani kakao ternak terintegrasi asal Lemo Baru, desa Kuajang ini juga memproduksi olahan lain seperti Gula Semut dan Pupuk Cair Organik.

Kelompok Tani ini telah berdiri sejak tahun 2014 lalu dan beranggotakan 11 orang. Mereka merupakan para pembudidaya dan pengelola madu asli dari daerah Sulawesi Barat. [pattae.com]

Penulis: Arifin Djalil*
Kontributor: Arifin Djalil*

Tags

Arifin Djalil

Kontributor dan Penulis di media online www.pattae.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close