Mahasiswa Poltekkes Mamuju Edukasi Remaja Sekolah Mitigasi Bencana

Mahasiswa Poltekkes Mamuju
Simulasi Pertolongan Pertama bagi korban bencana

Salah satu upaya dalam membentuk ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana adalah dengan menggiatkan kegiatan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Mengingat, masyarakat menjadi salah satu elemen yang sangat berperan penting dalam kegiatan pengurangan risiko bencana ke siapa pun, termasuk kepada remaja sekolah.

Hal tersebut lah yang di lakukan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju, dengan mengoptimalkan kegiatan kemahasiswaannya kepada remaja.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa, mereka melakukan bentuk kegiatan Pemberdayaan Remaja Tanggap Bencana Melalui Student Emergency Training yang dilaksanakan di MAN 1Kabupaten Mamuju. Sabtu (10/12/2022).

Sebagai mahasiswa yang menjalankan tridarma perguruan tinggi, melakukan pengabdian masyarakat sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana Di Kabupaten Mamuju, khususnya di lingkungan sekolah.

Tak hanya kepada siswa, kegiatan peningkatan kesiapsiagaan bencana juga melibatkan guru dan staf MAN 1 Mamuju.

Adapun narasumber pada kegiatan itu, yakni, HIPGABI Provinsi Sulawesi Barat, Dosen dan Tenaga PLP Jurusan Keperawatan. Para narasumber yang di libatkan memiliki pengalaman keilmuan tentang kebencanaan, termasuk keterlibatan dalam pendampingan oleh mahasiswa HMJ-Keperawatan.

Abdul Rajab,S.Kep.,Ns  dari HIPGABI dalam pemaparan awalnya, menjelaskan tentang dasar upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Sementara itu, dari Tim Dosen Keperawatan Ns. Iqra, S.Kep.,M.Kep dan Syafruddin AS.,S.ST.,M.Tr.Kep.

Pada kegiatan tersebut, para siswa di ajarkan secara langsung, tentang tindakan penanganan kegawatdauratan seperti, melakukan Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pemasangan bidai dan lainnya. Termasuk Langkah awal pertolongan pertama yang wajib di lakukan saat bencana atau kecelakaan terjadi.

Adanya kegiatan pemahaman kesiapsiagaan bencana dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Mamuju. Pihak sekolah sangat mengapresiasi. Sebab, Kabupaten Mamuju merupakan wilayah dengan kondisi topografis, geografis yang rawan bencana.

“Kita menjadi tahu betapa pentingnya keilmuan tentang upaya-upaya dalm peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi setiap orang, termasuk kami-kami guru di sekolah dan juga kepada siswa-siswi” ucap pihak Sekolah MAN 1 Mamuju.[*]

Penulis: Andi Nasir*