Mahasiswa STIKES dan STISIP Biges Polman Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

dan STISIP Biges Polewali Mandar

Kedua rombongan mahasiswa dari STIKES dan STISIP Biges (Bina Generasi) Polewali Mandar. Turun salurkan bantuan ke korban bencana alam di Desa Riso Kecamatan Tapango Polewali Mandar, Senin (30/08/2020).

Menunbuhkan rasa kemanusian terhadap sesama, mahasiswa dari berbagai organisasi intra Kampus seperti, BEM STIKES BIGES, BEM STISIP BIGES, Himjuan, Himprosip, HMJ Kebidanan, HMJ Keperawatan, UKM Sulapaappe, UKM Mapparare, dan Mapal Biges, menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada korban banjir bandang.

Bentuk bantuan yang mereka salurkan berupa uang tunai untuk 4 Kepala Keluarga yang rumahnya hanyut saat banjir. Selain itu, keperluan logistik lainnya seperti beras, mie instan, serta lilin sebagai alat penerangan alternatif selama akses listrik di lokasi banjir belum membaik.

Tak hanya aksi jalanan, Farid selaku ketua BEM STISIP menjelaskan, kepekaan terhadap segala situasi dan kondisi dalam tatanan kemasyarakatan juga harus diperhatikan. Karena menurutnya, saling membutuhkan antar sesama, merupakan suatu hal yang pasti.

“Peran mahasiswa untuk aksi kemanusiaan sangatlah diperlukan, seperti yang kita ketahui bahwa mahasiswa itu sendiri telah menuai banyak cerita untuk perubahan bangsa indonesia. Seperti halnya aksi untuk kemanusiaan,” jelasnya.

Senada dengan Ulfa, salah satu mahasiswa STIKES Bina Generasi Polewali Mandar. Ia mengaku sangat bersemangat mengumpulkan dana, untuk para korban bencana alam di desa Riso. Karena menurutnya, telah menjadi keharusan bagi manusia sebagai mahkluk sosial untuk saling membutuhkan satu sama lain.

“Saya dan teman-teman sangat bersemangat dalam melakukan proses penggalangan dana ini. Karena kita sadar bahwa manusia sejatinya adalah mahkluk sosial yang akan terus saling membutuhkan. Mungkin saja hari ini kita yang menolong saudara(i) yang ada di riso tapi bisa saja semuanya berputar”. Ujarnya

Lain pula dengan Muhammad As’ad sebagai Ketua Karang Taruna Tapango. Selain mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa yang turun membantu, ia juga mensuport aksi kemanusiaan yang dilakukan mahasiswa STISIP dan STIKES Bina Generasi Polman.

“Saya Mengucapkan banyak terimakasi kepada semua pemuda yang tetap semangat, tidak pernah menyerah dan selalu peduli kepada sesamanya” ungkapnya (30/08)

Sementara itu, warga yang menjadi korban banjir bandang pada Kamis (26/8) malam lalu. Ibu kurianti mengatakan, kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah tempat tinggal. Dimana, Kurniati dan beberapa warga lainnya, menjadi korban hanyutnya rumah mereka terbawa arus deras banjir bandang.[*]