Mahasiswa Tuntut Plt RSUD Polman di Copot, AIM: Butuh Pertimbangan

Mahasiswa tuntut RSUD Polman
Bupati Polman H Andi Ibrahim Masdar menerima mahasiswa untuk berdiskusi

Puluhan mahasiswa tuntut RSUD Polman atas meninggalnya bayi dalam kandungan akibat lambannya penanganan petugas rumah sakit. Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar melakukan aksi di depan Kantor Bupati Polman, Kamis 02/7/2020.

Aksi yang di pimpin Ridwad(24) mengatakan, Secara pelayanan, rumah sakit mesti bertanggung jawab atas meninggalnya bayi Ibu Anni warga Lamasariang, Balanipa beberapa waktu lalu (25/6).

Kejadian ini, kata dia, adalah bagian dari bobroknya tim gugus tugas Polewali Mandar. Padahal, menurutnya, dana refocusing  tidak sedikit, mestinya ada upaya prenpentif dengan menyediakan kamar apa lagi masa panedemi sudah terbilang lama.

Dalam aksi kali ini, mereka menuntut untuk segera mencopot dr Emy selaku Plt Direktur RSUD Polman. Selain itu, mahasiswa juga tuntut RSUD Polman bertanggung jawaban atas meninggalnya bayi dalam kandungan.

Tak hanya itu. Mereka juga menuntut transparansi anggaran Covid-19 di RSUD Polaman, serta memberikan sanksi kepada dokter RUSD Polman yang menolak pasien.

Dari desakan massa Aksi, Bupati Polman pun menerima tuntutan mereka, dan meminta waktu beberapa hari kedepan untuk mempertimbangkan hal tersebut. Ia pun berjanji akan bersurat ke Aliasi Mahasiswa Polewali Mandar untuk mengetahui hasil dari tuntutan mereka.

Dalam diskusi tersebut, Bupati Polman H Andi Ibrahim Masdar (AIM) di depan massa. Meminta maaf dan mengakui kekeliruan yang terjadi yang tidak mengantisipasi kemungkinan itu. Atas kejadian yang menimpa Ibu Anni Menurutnya, bukanlah kesalahan pihak rumah sakit, tetapi kekeliruhan dari Pemerinta.

Selain itu, AIM pun juga mengaku akan membangun kamar oprasi. Khusus untuk pasien yang terpapar Covid-19 yang sesuai standar di Rumah sakit Pratama Wonomulyo.

“Jadi, mulai hari ini isyah Allah kita akan bikin berapa pun harganya kamar oprasi pasien Covid-19 di RS Pratama wonomulyo”. Tutur AIM di depan massa aksi

Mahasiswa tuntut RSUD Polman
Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar aski di depan kantor Bupati Polman

Ridwan selaku Jenral lapangan dalam aksi tersebut mengatakan, apabila tuntutannya tidak diindahkan. Ia mengancam akan menggalang massa yang lebih banyak dengan memobilisasi masyarakat agar turun bersama-sama.

“Karena tuntutan kami juga telah di terimah oleh pemerintah dan kronologi kejadian juga sudah di jelaskan oleh Plt RSUD Polman. Jadi, sesuai pernyataan pak Bupati kami akan menunggu untuk beberapa hari kedepan bagaimana hasil dari tuntutan kami”. Tuturnya

Setelah melakukan diskusi terbuka, massa aksi dari aliansi mahasiswa Polewali Mandar, membubarkan diri ke kampus masing-masing.[sila]*