Mahasiswa Tuntut Rektor IAI DDI Polman Dicopot, Anwar Sewang: Apa Ada yang Dilanggar?

Mahasiswa menuntut Anwar Sewang di Copot sebagai Rektor IAI DDI Polman
Mahasiswa menuntut Anwar Sewang di Copot sebagai Rektor IAI DDI Polman

Mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polewali Mandar (Polman) melakukan unjuk rasa depan kampus mereka di Jalan Gatot Subroto, Madatte Polewali Kabupaten Polewali Mandar, Kamis(16/7/2020) kemarin.

Aksi tersebut di warnai dengan pembakaran ban serta orasi depan kampus, mengkritik pihak rektorat IAI DDI Polman karena dianggap tidak transfaran dalam mengelola dana perguruan tinggi di kampus itu.

“kampus ini sebagai ladang keuntungan,” teriak salah satu massa aksi.

Tuntutan lain mahasiswa, selain menuntut adanya tranfaransi dana, mereka juta menuntut adanya pemberlakuan Yayasan di Perguruan Tinggi IAI DDI Polman, mempertanyakan staf dan dosen yang dirumahkan, serta pemurnian Statuta Akademik. Selain itu, mereka juga menuntut Rektor IAI DDI Polman Anwar Sewang, segera mundur dari jabatannya.

Masalah gaji para staf dan dosen yang sudah 2 bulan tak mendapatkan gaji juga dipertanyakan, “jadi kemana itu uang?”. Ungkap demonstran saat orasinya.

Dengan berbagai tuntutan yang di layangkan, mahasiswa meminta Rektor dan pihak kampus menemui mahasiswa untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Namun, hingga aksi telah berlangsung selama 2 jam, pihak kampus pun tak kunjung menemui mahasiswa yang sedang melakukan aksi.

Anwar Sewang, Rektor IAI DDI Polman
Anwar Sewang, Rektor IAI DDI Polman

Dilain tempat, Rektor IAI DDI Polman saat ditemui di ruangannya, menjelaskan tentang apa yang menjadi tuntutan mahasiswa.

Mengenai masalah transparansi anggaran, Rektor IAI DDI Polman Anwar Sewang mengatakan, untuk masalah transparanya, ada di bagian keuangan.

Untuk pemberlakuan yayasan di Perguruan Tinggi, Anwar Sewang menjelaskan, yayasan adalah nomentklatur yang terdaftar di Jakarta. Tidak boleh di otak-atik.

Tuntutan mengenai pengembalian kemurnian Statuta Akademik. Rektor IAI DDI justru mempertanyakan balik kepada mahasiswa tentang statute tersebut.

“Apakah mereka tahu kemurnian statuta? ada statuta kami disini bisa di upload,” ucap Anwar Sewang.

Menurutnya, Statuta merupakan anggarn dasar perguruan tinggi yang mestinya tidak diperlihatkan semua karena ada kewenangan, ada mimbar akademik yang harus di patuhi.

Lanjut, tuntuntan mengenai pencopotan Rektor IAI DDI Polman. Anwar Sewang kembali mempertanyakan hal tersebtu

“Apa maunya mereka? Kenapa mau dicopot rektornya? apa memenuhi syarat? apa ada yang dilanggar?” tuturnya.

Mengenai hilangnya satu unit mobil Inova putih, yang juga sempat dipertanyakan mahasiswa. Rektor IAI DDI menjelaskan. Mobil tersebut telah dijual seharga Rp 120 juta dipakai untuk menggaji para staf sesuai keputusan rapat.

“Jadi, mobil inova putih keluaran tahun 2012 yang dikeluarkan oleh rektor sebelumnya dijual yayasan seharga 120 juta untuk penggajian pegawai/staf. Itupun tidak cukup untuk membayaran pegawai/staf 2 bulan”. jelasnya

Korlap Aliansi Mahasiswa IAI DDI Polman Faisal Bakri mengatakan tetap membuat aksi selanjutnya, menurutnya semua tuntutan itu sudah cacat hukum. Sehingga, mereka akan melapor ke pihak yang berwajib (Polisi) mengenai penyalahgunaan anggaran dan serta hilangnya satu unit mobil Inova yang diduga dijual.

Selain itu, mahasiswa juga akan melaporkan pihak Rektorat IAI DDI ke Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) mengenai hal tersebut.[*]