Majelis Taqlim Nurul Huda Batetangnga Luncurkan Tiga Program Kerja

Majlis Taqlim Nurul Huda Desa Batetangnga Launching Sekolah Ara tingkat anak-anak
Majlis Taqlim Nurul Huda Desa Batetangnga Launching Sekolah Ara tingkat anak-anak

Pengurus Mejelis Taqlim Nurul Huda Desa Batetangnga launching tiga program kerja jangka panjang pada acara peringatan Isra Miraj. Acara tersebut berlangsung dipelataran Mesjid Raya Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Rabu 03 April 2019.

Ketua majelis taqlim, Juliani saat menyampaikan sambutannya, mengungkap rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terlaksananya kegiatan tersebut.

Juliani saat dimintai keterangannya menjelaskan tiga program kerja yang diluncurkan pada acara tersebut. Pertama adalah Gerakan Sikadudu (sumbangan beras rumah), Passikolan Ara (sekolah Arab) dan Sekolah Ramah Remaja.

Gerakan Sikadudu merupakan kegiatan gotong royong Masyarakat Batetangnga dengan mengumpulkan beras kedalam botol yang digantung pada setiap rumah warga. Beras nantinya akan diuangkan untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Hasil dari gerakan sikadudu dijadikan modal tuk dua program kerja. Sekolah Arab dan Sekolah Ramah Remaja agar tetap berjalan.

Kegiatan yang dilakukan dalam Sekolah Ramah Remaja, seperti kegiatan gelar buku yang bekerja sama dengan penggiat gerakan literasi. Kemudian, membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kapasitas ilmu untuk dibagikan kepada anak tersebut.

Selain itu, program Sekolah Arab difokuskan untuk pendidikan keagamaan. “Alhamdulillah pesertanya sudah mencapai kurang lebih 100 anak dari usia SD “. Jelas Juiani saat dimintai keterangan.

Sementara itu, ia menambahkan, “tujuan kami membuat program tersebut untuk membentengi anak usia dini. Supaya pendidikan agama mereka bisa seimbang dengan pendidikan umum yang didapat disekolah formal”.

Untuk tim edukasi disekolah arab mereka masih sukarela, dalam artian mereka ikhlas berbagi ilmu dengan anak-anak yang ada disekolah tersebut. “mudah-mudahan dibulan berikutnya setidaknya kita bisa memberi pengganti bensin mereka”. Tutur Juliani sedikit tersenyum.

Diakhir penjelasannya ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat. Gerakan tersebut tidak dinaungi oleh instansi tertentu. “Tapi murni milik masyarakat”. Tegasnya.

Aktivis perempuan dan anak ini juga berharap, pemerintah desa dapat menindak lanjuti dengan menganggarkan dana desa melalui pos pemberdayaan masyarakat. Karena tujuan program tersebut murni untuk memajukan masyarakat Desa. (pattae.com)

Penulis: Iwank*