Manfaat Daun Kelor Dijelaskan Berbagai Hasil Penelitian

Manfaat Daun Kelor
Foto: Daun Kelor

Siapa yang tak tahu manfaat daun kelor ? daun yang berasal dari tanaman kelor ini, biasanya dijadikan masyarakat Indonesia sebagai sayur-mayur dan juga menjadi salah satu bahan pengobatan tradisional.

Tanaman kelor atau Moringa oleifera, merupakan Tanaman asli India utara yang dapat tumbuh di tempat tropis dan subtropis, seperti Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Tak hanya itu, tanaman ini juga dapat tumbuh disemua jenis tanah, dan mampu bertahan hidup saat musim kemarau melanda.

Di Indonesia sendiri, daun kelor mudah didapatkan terutama di bagian timur, termasuk di Sulawesi Barat. Dengan mengkonsumsi daun ini, diyakini dapat meminimalisir penyakit seperti diabetes, anemia, hingga masalah diare, dan juga baik untuk ibu hamil.

Daun kelor, khususnya di masyarakat Sulawesi Barat, dikenal sebagai daun Cilloro’ yang tak hanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun juga kerap menjadi bahan tambahan dalam membuat Kapurung (makanan Khas Sulawesi).

Manfaat dan khasiat tanaman kelor tak hanya dapat ditemukan pada daunnya saja. Namun juga pada bagian tanaman, seperti batang, akar maupun biji. Di antara bagian-bagian tanaman itu, daun kelor lah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, bagi kesehatan.

Nah, apa saja manfaat daun kelor bagi kesehatan? berikut rangkuman dari berbagai hasil penelitian.

Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

Studi Jongrungruangchok dkk. dalam Journal of Health Research menunjukkan, di Filipina daun kelor sangat terkenal untuk dikonsumsi sebagai sayuran dan dapat berfungsi meningkatkan jumlah ASI pada ibu menyusui sehingga mendapat julukan mother’s best friend atau sahabat terbaik para Ibu.

Dalam jurnal ilmiah tersebut dijelaskan, daun kelor mengandung unsur zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, seperti beta carotene, thiamin (B1), Riboflavin (B2), niacin (B3), kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, seng, serta vitamin C, yang menjadi asupan untuk meningkatkan kesehatan gizi ibu hamil. Dengan itu, ibu hamil dapat mengurangi stres dan keadaan janinnya sehat serta perasaan ibu pun akan lebih tenang, nyaman, dan bahagia.

Menjadi Bahan Pengawet Alami

Manfaat lain dari daun kelor yaitu, berfungsi sebagai bahan pengawet alami. Hal ini ditunjukkan dalam penelitian Journals of Food Packaging and Shelf Life yang dilakukan Shah dkk, pada tahun 2015. mereka menemukan, warna daging segar tetap terjaga dalam jangka waktu 12 hari saat disimpan pada suhu dingin melalui ekstrak daun kelor.

Hal itu terjadi karena daun kelor memiliki senyawa fenolik serta asam askorbat, dan carotenoid. Mampu mencegah interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda sehingga, lemak pada daging tetap segar saat disimpan.

Mampu Mengatasi Diare

Daun Kelor yang dijelaskan Lakshminarayana dan teman-temannya dalam International Journal of Phytomedicine Volume 3 menunjukkan manfaat daun kelor mempu mengatasi diare. Hal itu karena dalam daun kelor ada kandungan diantaranya tannin and flavonoid yang berfungsi mengobati diare.

Mampu Mengobati Diabetes

Manfaat daun kelor selanjutnya yakni, mampu mengobati penyakit diabetes. Ingat, kadar gula darah tinggi (ciri utama diabetes) bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan. Karena dapat meningkatkan risiko tinggi, termasuk penyakit jantung.

Nah, daun kelor menjadi solusi terbaik untuk mengurangi resiko tersebut dimana, daun kelor terdapat asam klorogenat yang dapat menstabilkan kadar gula darah.

Berdasarkan hasil penelitaian, asam klorogenat pada daun kelor dapat membantu tubuh memproses gula dengan lebih baik. Selan itu, juga dapat memperbaiki cara tubuh melepaskan insulin untuk membantu mengendalikan kadar gula darah.

Itulah beberapa manfaat daun kelor jika dikonsumsi. Sebenarnya, masih banyak manfaat lain yang dihasilkan bagi kesehatan. Jadi, tak ada alasan untuk tidak mengkonsumsi daun kelor. Apalagi disituasi saat ini dimana, pandemi Covid-19 terus meneror kondisi kesehatan kita.  

“Manfaatnya bagi kesehatan, ternyata tak seluas daun kelor”.[*]