Marrappa Tallo’ ! Kebiasaan Anak-Anak Hadiri Perayaan Maulid Nabi

perayaan maulid atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, memberikan warna tersendiri bagi umat Islam. Setiap negara bisa memperingatinya dengan cara yang berbeda-beda.

Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, juga memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi). Namun ada yang unik diperingatan maulid di Indonesia, Tentu saat mendengar kata maulid si-primadona (tallo/telur) ikut terbayang difikiran masyarakat khususnya warga pattae.

Telur yang menjadi ciri khas perayaan maulid di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak bahkan remaja. Telur tersebut  akan dibagi setelah rangkaian acara maulid telah selesai. Dan tidak jarang anak-anak yang hadir diacara maulid menangis saat mereka tidak kebagian telur tersebut.

Salah satunya, perayaan maulid yang dilaksanakan di Masjid Raudhatul Mukarrabin yang digelar oleh Keluarga Besar  Pengurus Masjid Raudhatul Mukarrabin, Kelurahan Anreapi, Senin (25/11/2019).

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, kemudian hikmah Maulid yang disampaikan Bapak Abd Haris (KUA Anreapi). Terakhir adalah pembacaan doa dan pembagian telur yang telah disiapkan diacara tersebut.

Acara maulid tersebut dihadiri warga lingkungan Pokko dan tamu undangan yang berasal dari instansi yang berbeda-beda. Seperti, Puskesmas Anreapi, Camat Anreapi, Kelurahan Anreapi dan guru SD serta SMP yang ada di Kecamatan tersebut.

Perayaan maulid masyarakat pattae tidak hanya menyajikan telur (tallo). Namun nasi ketan yang biasanya dibungkus dengan daun pisang atau dalam bahasa pattae-nya disebut Sokko, juga selalu ada disetiap perayan mulid Nabi. Walau demikian biasanya anak- anak hanya tertarik pada telur yang telah dihiasi dan ditancapkan kebatang pisang.

Telur yang menjadi ciri khas perayaan maulid di masyarakat pattae merupakan sajian yang paling disukai anak-anak saat maulid digelar. Seperti yang diungkapkan oleh Nur Wahidagina yang diketahu masih berada ditingkat kelas 1 SD. “ku suka marrappa-rappa tallo, karna ku suka juga makan tallo” Ungkapya dalam bahasa Pattae.

Kebiasaan anak-anak yang berebut telur sudah menjadi tradisi tersendiri saat maulid. “kalau untuk anak-anak yang melakukan tradisi yang orang tua kami sering bilang marrappa tallo ini sudah jadi tradisi di semua masjid, dan kita juga tidak bisa melarang karna sudah jadi tradisi memang“. ujar hardianto salah satu pengurus masjid tersebut.

Selain itu, iya juga menyampaikan harapan agar kedepannya warga lingkungan Anreapi bisa bersama-sama meramaikan acara tersebut untuk mengenang Nabi muhammad SAW. ” harapan kedepannya semoga warga lingkungan anreapi ini bisa bersama-sama meramaikan acara ini untuk mengenang nabi muhammad SAW” Tutupnya. [pattae.com]

Penulis: Echi*
Editor: Jelamis*

Tags

Echi

ini Desi di panggil Echi, dia dari kunyi anaknya mama Lastri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close