Melaksanakan MMD I, Mahasiswa PKLT Poltekkes Mamuju di Posko Desa Adolang Pamboang Majene

PKLT Poltekkes Mamuju
PKLT Poltekkes Mamuju

Mengawali pelaksanaan PKLT (tanggal 11 Mei s/d 31 Mei 2023) yang dilakukan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju yang dilaksanakan di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Mereka terbagi menjadi 10 Posko yang ditempatkan di 10 Desa/Kelurahan, termasuk Posko 1 yaitu Desa Adolang.

Salah satu yang menjadi agenda di minggu pertama pelaksanaan PKLT, tentunya adalah menyelenggarakan MMD Idi tingkat Desa, dan ini adalah momentbagaimana mengetahui adanya masalah di wilayah tersebut didasarkan pada pengumpulan data awal yang dilakukan oleh mahasiswa.

Khususnya di Desa Adolang Kecamatan Pamboang, Kegiatan MMD ini sendiri dilaksanakan hari selasa (16 Mei 2023) bertempat di aula kantor desa. Turut hadir dalam kegiatan MMD tersebut Bapak Kepala Desa, Kepala Dusun dan beberapa tokoh masyarakat lainnya, termasukDosen Pembimbing Kampus dan Mahasiswa sebanyak 16 orang sebagai peserta PKLTerpadu.

Berdasarkan hasil diskusi selama kegiatan MMD I ini, tentu diharapkan adanya masukan dari pihak Desa, khususnya warga masyarakat Desa yang berdomisili di Desa Adolang ini sendiri, untuk selanjutnya ditentukan masalah yang ada termasuk solusi yang akan dilakukan saat intervensi nantinya.

Kepala desa Adolang, Bapak Sukimansangat mengapresiasi kegiatan MMD ini, dan di sela kegiatan beliau menyampaikansekaligus menyarankan terkait beberapa bentuk intervensi nantinya yang bisa dilakukan mahasiswa PKL Terpadu ini bersama warganya yang tentunya lagi kaitannya dengan masalah stunting. Kami berharap dengan keberadaan mahasiswa PKL ini dapat memberikan edukasi stunting bahkan bisa berkolaborasi dengan warga kami dengan mencontohkan bentuk kegiatanmisalnya ketersediaan dan membuat dapur sehat, ujarnya.

Lanjut beliau juga mengharapkan pentingnya pengetahuan nantinya yang disampaikan mahasiswa kepada warga kami tentang pentingnya perilaku sehat seperti tentang tidak membuang sampah sembarang tempat, menaruh baju sembarangan (di kolong rumah) yang bisa menjadi sarang nyamuk bahkan penting disampaikan bagi ibu-ibu yang hamil di desa kami, untuk tidak stress yang bisa jadi mempengaruhi perkembangan janinnya saat akan melahirkan.

Pada kesempatan yang sama, salah satu dosen pembimbing institusi yang juga turut hadir di kegiatan MMD I  tersebutIbu Hardiyati,S.Kep.Ns.M.Kep, mengungkapkan bahwa masalah kesehatan yang ada saat ini, sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, saya kira penting dibutuhkan kesadaran masyarakat itu sendiri, dalam meningkatkan kesehatannya sebagai contoh saja saat pemberian makanan sehat, tidak harus mahal. Apa yang ada disekitar kita bisa dimanfaatkan dengan semaksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita. Begitupun jika upaya pencegahan nyamuk demam berdarah jika terjadi dan ada di wilayah kita, tinggal mengoptimalkan koordinasi dengan pihak desa, puskesmas dan dinas Kesehatan, termasuk jika perlu dilakukan fooging untuk pemberantasan nyamuk DBD tersebut. [Andi Nasir]*